Monday, March 13, 2017


Sistim Penilaian Otentik Tentang
Kemajuan Belajar Kimia Siswa
di SMP Dan SMA

Penilaian otentik adalah proses pengumpulan informasi oleh guru tentang perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik melalui berbagai teknik yang mampu mengungkapkan, membuktikan atau menunjukkan secara tepat bahwa tujuan pembelajaran telah benar-benar dikuasai dan dicapai (Nurhadi, 2004: 172).
Hakikat penilaian pendidikan menurut konsep authentic assesment adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran perkembangan belajar siswa. Gambaran perkembangan belajar siswa perlu diketahui oleh guru agar bisa memastikan bahwa siswa mengalami proses pembelajaran dengan benar. Apabila data yang dikumpulkan guru mengindikasikan bahwa siswa mengalami kemacetan dalam belajar, guru segara bisa mengambil tindakan yang tepat. Karena gambaran tentang kemajuan belajar itu diperlukan di sepanjang proses pembelajaran, asesmen tidak hanya dilakukan di akhir periode (semester) pembelajaran seperti pada kegiatan evaluasi hasil belajar (seperti EBTA/Ebtanas/UAN), tetapi dilakukan bersama dan secara terintegrasi (tidak terpisahkan) dari kegiatan pembelajaran (Nurhadi, 2004: 168).
Data yang dikumpulkan melalui kegiatan penilaian (assesment) bukanlah untuk mencari informasi tentang belajar siswa. Pembelajaran yang benar seharusnya ditekankan pada upaya membantu siswa agar mampu mempelajari (learning how to learn), bukan ditekankan pada diperolehnya sebanyak mungkin informasi di akhir periode pembelajaran (Nurhadi, 2004: 168).
Beberapa karakteristik penilaian otentik adalah sebagai berikut:
a.    penilaian merupakan bagian dari proses pembelajaran.
b.   penilaian mencerminkan hasil proses belajar pada kehidupan nyata.
c. menggunakan bermacam-macam instrumen, pengukuran, dan metode yang sesuai dengan karakteristik dan esensi pengalaman belajar.
d. penilaian harus bersifat komprehensif dan holistik yang mencakup semua aspek dari tujuan pembelajaran.
(Santoso, 2004).
Sedangkan Nurhadi (2004: 173) mengemukakan bahwa karakteristik authentik assesment adalah sebagai berikut:
a. melibatkan pengalaman nyata (involves real-world experience)
b. dilaksanakan selama dan sesudah proses pembelajaran berlangsung
c. mencakup penilaian pribadi (self assesment) dan refleksi
d. yang diukur keterampilan dan performansi, bukan mengingat fakta
e. berkesinambungan
f. terintegrasi
g. dapat digunakan sebagai umpan balik
h. kriteria keberhasilan dan kegagalan diketahui siswa dengan jelas
Tujuan penilaian otentik itu sendiri adalah untuk:
1.   menilai kemampuan individu melalui tugas tertentu,
2.   menentukan kebutuhan pembelajaran,
3.   membantu dan mendorong siswa,
4.   membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik,
5.   menentukan strategi pembelajaran,
6.   akuntabilitas lembaga, dan
7.   meningkatkan kualitas pendidikan
Pada pelaksanaannya penilaian otentik ini dapat menggunakan berbagai jenis penilaian diantaranya adalah: 1) tes standar prestasi, 2) tes buatan guru, 3) catatan kegiatan, 4) catatan anekdot, 5) skala sikap, 6) catatan tindakan, 7) konsep pekerjaan, 8) tugas individu, 9) tugas kelompok atau kelas, 10) diskusi, 11) wawancara, 12) catatan pengamatan, 13) peta perilaku, 14) portofolio, 15) kuesioner, dan 16) pengukuran sosiometri (Santoso, 2004).

PERMASALAHAN
Berdasarkan hal diatas, penilaian otentik mana saja yang telah teman-teman rasakan dalam pembelajaran di SMA dahulu dan adakah dampak positif dari penilaian demikian?


2 comments:

  1. pada saat saya masih duduk dibangku sekolah penilaian otentik yang telah saya rasakan diantaranya sikap, presentasi, individu portovolio, diskusi, dan tugas kelompok
    dampak positif yang saya rasakan saat ini salah satunya saya dibangku kuliah ini telah terbiasa terhadap penilaian-penilaian tersebut karena saat ini sistem perkuliahan pun telah menerapkan penilaian autentik sehingga saya tidak perlu lagi melakukan penyesuaian diri dengan hal itu

    ReplyDelete
  2. Jadi dampak positif yang saudari rasakan saat ini salah satunya saya dibangku kuliah ini telah terbiasa terhadap penilaian-penilaian tersebut karena saat ini sistem perkuliahan pun telah menerapkan penilaian autentik sehingga saudari tidak perlu lagi melakukan penyesuaian diri dengan hal itu. Baiklah terimakasih

    ReplyDelete