Thursday, March 30, 2017

INOVASI DALAM
PEMBELAJARAN KIMIA


Image result for inovasi pembelajaran


Inovasi pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa sangat perlu dilakukan terutama dalam upaya mendorong pergeseran pembelajaran dari pembelajaran konvensional kepada pembelajaran mandiri dan terstruktur yang dapat meningkatkan penguasaan siswa di dalam konsep ilmu dan sekaligus membuat kesan pembelajaran semakin lama dapat diingat oleh siswa. Inovasi dalam pendidikan sering dihubungkan dengan pembaharuan yang berasal dari hasil pemikiran kreatif, temuan dan modifikasi yang memuat ide dan metode yang dipergunakan untuk mengatasi suatu permasalahan pendidikan. Inovasi pendidikan juga termasuk suatu rencana atau pola yang dapat dipergunakan untuk membangun bahan instruksional pembelajaran di dalam kelas atau di luar kelas, termasuk diantaranya adalah buku ajar. Dengan demikian, inovasi pembelajaran di dalam buku ajar sangat mendesak diimplementasikan agar penyampaian materi menjadi terfokus dan dapat mendukung pencapaian kompetensi siswa dalam belajar.
Inovasi Pembelajaran Kimia diintegrasikan di dalam buku ajar Kimia SMA/MA terutama untuk menjadikan pembaca buku lebih mudah memahami dan mengerti konsep materi kimia yang abstrak dan kompleks menjadi bahan yang nyata dan lebih sederhana. Inovasi pembelajaran kimia adalah suatu pendekatan pengajaran meliputi strategi, metode dan prinsip pengajaran yang dipergunakan dalam pembelajaran kimia di SMA/MA. Inovasi pembelajaran kimia juga mengalami perkembangan sejalan dengan kemajuan dan perkembangan teknologi. Melalui inovasi maka pembelajaran yang ada dikembangkan dan ditingkatkan untuk melahirkan pembelajaran baru yang menarik. Beberapa inovasi pembelajaran yang telah berhasil dipergunakan dalam pembelajaran kimia diantaranya adalah innovasi pembelajaran menggunakan kegiatan laboratorium dan non laboratorium, innovasi pembelajaran menggunakan media, dan innovasi pembelajaran berbasis teknologi informasi.
Media pendidikan dapat diintegrasikan di dalam buku ajar Kimia SMA/MA karena berbagai media pendidikan yang sesuai dapat dipergunakan untuk membuat bahan ajar lebih sistematis sehingga akan membantu pembaca buku lebih mudah mengerti terhadap konsep-konsep kimia yang rumit dan kompleks. Media pendidikan dapat dipergunakan untuk membangun pemahaman dan penguasaan objek pendidikan. Beberapa media pendidikan yang sering dipergunakan dalam pembelajaran diantaranya media cetak, elektronik, model dan peta. Media cetak banyak dipergunakan untuk pembelajaran dalam menjelaskan materi pelajaran yang kompleks sebagai pendukung buku ajar. Pembelajaran dengan menggunakan media cetak akan lebih efektif jika bahan ajar sudah dipersiapkan dengan baik yang dapat memberikan kemudahan dalam menjelaskan konsep yang diinginkan kepada siswa. Media elektronik seperti video banyak dipergunakan di dalam pembelajaran kimia.
Penggunaan video sangat baik dipergunakan untuk membantu pembelajaran, terutama untuk memberikan penekanan pada materi kuliah yang sangat penting untuk diketahui oleh siswa. Harus disadari bahwa video bukan diperuntukkan untuk menggantungkan pengajaran pada materi yang diperlihatkan pada video, sehingga pengaturan penggunaan waktu dalam menggunakan video sangat perlu, misalnya maksimum 20 menit. Inovasi pembelajaran dengan menggunakan video dalam percobaan yang menuntut ketrampilan seperti pada kegiatan praktikum sangat efektif bila dilakukan dengan penuh persiapan. Sebelum praktikum dimulai, video dipergunakan untuk membatu siswa memberikan arahan terhadap apa yang harus mereka amati selama percobaan. Selanjutnya, video diputar kembali pada akhir praktikum untuk mengklarifikasi hal-hal penting yang harus diketahui oleh mahasiswa dari percobaan yang sudah dilakukan. Teknologi informasi sangat menolong di dalam pengembangan buku ajar Kimia SMA/MA karena ketersediaan berbagai software yang baik memungkinkan untuk menyediakan ilustrasi yang sesuai di dalam buku ajar sehingga memudahkan dalam mempelajari konsep kimia yang abstrak dan rumit menjadi lebih sederhana.
Adaptasi teknologi baru terhadap kebutuhan pembelajaran bidang sain menjadi salah satu sasaran inovasi pembelajaran. Kemajuan dalam teknologi komunikasi dan informasi telah memudahkan manusia untuk dapat saling berhubungan dengan cepat, mudah dan terjangkau serta potensil untuk inovasi model pembelajaran. Pendekatan penggunaan teknologi baru yang dipadukan dengan teori paedagogik telah melahirkan pembelajaran e-learning. Elearning telah memberikan pengaruh sangat besar dalam inovasi pembelajaran. E-Learning identik dengan penggunaan teknologi internet untuk menyampaikan materi pelajaran. Buku ajar kimia yang baik sangat diperlukan di dalam pembelajaran, terutama sebagai sumber belajar melengkapi penjelasan guru terhadap konsep, ilustrasi, contoh soal, instruksi kegiatan laboratorium, dan aplikasi sehingga pesan pembelajaran dapat diterima oleh pebelajar secara lengkap. Buku pelajaran kimia minimal disusun terdiri atas kesatuan materi bahan ajar, kegiatan laboratorium yang mendukung materi ajar, contoh soal, dan latihan yang relevan sehingga materi ajar dapat dipahami oleh pembaca denga baik. Buku ajar kimia yang baik akan menyajikan materi pelajaran secara sistematis dengan bahasa yang mudah dimengerti, mampu merangsang pebelajar untuk berfikir lebih luas, kreatif, dan reflektif sehingga peserta didik beroleh pengalaman belajar yang bermakna. Di dalam buku ajar perlu disediakan ruang pengayaan materi sebagai sarana pendalaman sehingga memberi kesempatan kepada pembaca untuk belajar sesuai dengan kecepatan belajarnya. Buku pelajaran kimia harus dilengkapi dengan penjelasan lengkap terhadap konsep, teori, dan hubungan kontekstual untuk menghindarkan pembaca dari misskonsepsi.
Di samping itu, kelengkapan buku ajar berupa ilustrasi, gambar, diagram, grafik, dan tabulasi data yang sesuai akan dapat meningkatkan pemahaman pembaca terhadap isi materi yang dijelaskan sekaligus memberikan menolong pembaca untuk memahami isi materi secara cepat. Untuk memenuhi kriteria di atas maka dilakukan penelitian pengembangan buku ajar kimia inovatif dengan mengintegrasikan metode dan media pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar kimia siswa SMA.

PERMASALAHAN:

Apabila kita lihat pada materi pelajaran kimia khususnya materi Laju Reaksi, berikan contoh inovasi baru yang dapat kita lakukan sebagai calon guru kimia dalam materi tersebut!

Tuesday, March 28, 2017

Kesulitan Belajar Kimia
Pada Siswa SMP Dan SMA


Materi Pelajaran Kimia di SMA banyak berisi konsep-konsep yang cukup sulit untuk difahami siswa, karena menyangkut reaksi-reaksi kimia dan hitungan-hitungan serta menyangkut konsep-konsep yang bersifat abstrak dan dianggap oleh siswa merupakan materi yang relatif baru dan belum pernah diperolehnya ketika di SMP. Dalam proses pembelajaran kimia di beberapa sekolah selama ini terlihat kurang menarik, sehingga siswa merasa jenuh dan kurang memiliki minat pada pelajaran kimia, sehingga suasana kelas cenderung pasif, sedikit sekali siswa yang bertanya pada guru meskipun materi yang diajarkan belum dapat dipahami. Dalam pembelajaran seperti ini mereka akan merasa seolah-olah dipaksa untuk belajar sehingga jiwanya tertekan. Keadaan demikian menimbulkan kejengkelan, kebosanan, sikap masa bodoh, sehingga perhatian, minat, dan motivasi siswa dalam pembelajaran menjadi rendah. Hal ini akan berdampak terhadap ketidaktercapaian tujuan pembelajaran kimia.
Umumnya, rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Kimia disebabkan siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan yang menyangkut reaksi kimia dan hitungan kimia, akibat rendahnya pemahaman konsep-konsep kimia dan kurangnya minat siswa terhadap pelajaran kimia. Di samping itu, guru kurang memberikan contoh-contoh konkrit tentang reaksi-reaksi yang ada di lingkungan sekitar dan sering dijumpai siswa. Oleh sebab itu, diperlukan suatu usaha untuk mengoptimalkan pembelajaran kimia di kelas dengan menerapkan pendekatan dan metode yang tepat. 
Berdasarkan uraian di atas, dapat dikatakan bahwa rendahnya aktivitas, minat, dan hasil belajar kimia siswa dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain: (1) Penyampaian materi kimia oleh guru dengan metode demonstrasi yang hanya sekali-kali dan diskusi cenderung membuat siswa jenuh, siswa hanya dijejali informasi yang kurang konkrit dan diskusi yang kurang menarik karena bersifat teoritis; (2) Siswa tidak pernah diberi pengalaman langsung dalam mengamati suatu reaksi kimia, sehingga siswa menganggap materi pelajaran kimia adalah abstrak dan sulit difahami;  (3) Metode mengajar yang digunakan guru kurang bervariasi dan tidak inovatif, sehingga membosankan dan tidak menarik minat siswa. Hal ini menunjukkan kompetensi guru kimia yang masih perlu ditingkatkan.
Rendahnya aktivitas belajar siswa dalam mempelajari kimia diduga disebabkan kimia merupakan ilmu yang tidak bermanfaat dalam kehidupannya kelak, selain adanya anggapan bahwa kimia adalah ilmu yang sukar dipelajari.  Untuk meningkatkan minat dan motivasi belajar kimia siswa, guru perlu melakukan upaya peningkatan kualitas pembelajaran melalui kegiatan yang kreatif dan inovatif. Pembelajaran kimia yang berorientasi pada penumbuhan keterampilan generik sains (KGS) perlu dikembangkan, agar siswa dapat memahami bahwa kimia adalah ilmu yang terkait dalam kehidupan manusia sehari-hari, sehingga anggapan di atas dapat diminimalisir. Dengan demikian, Pembelajaran kimia yang diterapkan haruslah mempertimbangkan karakteristik siswa, karakteristik materi kimia, dan kondisi sekolah atau fasilitas yang dimiliki sekolah. Oleh sebab itu, perlu dilakukan identifikasi masalah-masalah pembelajaran kimia, baik dilihat dari motivasi belajar siswa dan kompetensi siswa maupun karakteristik konsep-konsep kimia yang akan dibelajarkan pada siswa.
Paradigma baru dalam pembelajaran sains termasuk kimia adalah pembelajaran dimana siswa tidak hanya dituntut untuk lebih banyak mempelajari konsep-konsep dan prinsip-prinsip sains secara verbalistis, hafalan, pengenalan rumus-rumus, dan pengenalan istilah-istilah melalui serangkaian latihan sevara verbal, namun hendaknya dalam pembelajaran sains (dalam hal ini kimia), guru lebih banyak memberikan pengalaman kepada siswa untuk lebih mengerti dan membimbing siswa agar dapat menggunakan pengetahuan kimianya tersebut dalam kehidupannya sehari-hari.  Hal ini sejalan dengan pendapat Piaget (1970) bahwa seorang anak akan lebuh mudah mencerna konsep dan ilmu pengetahuan apabila di dalam dirinya sudah ada struktur dan strata intelektual. Struktur dan strata intelektual terbentuk ketika intelek manusia beradaptasi dengan hal-hal yang diserap oleh pancaindera. Oleh sebab itu, dalam pembelajaran kimia diperlukan kemampuan berfikir tingkat tinggi. Dengan demikian, sebagai hasil belajar sains (kimia) diharapkan siswa memiliki kemampuan berfikir dan bertindak berdasarkan pengetahuan sains yang dimilikinya melalui kerangka berfikir sains. 
Pembelajaran dengan eksperimen telah banyak dilakukan bahkan pembelajaran dengan eksperimen alternatif dengan bahan-bahan kimia yang murah dan mudah didapatkan juga dapat membangkitkan motivasi belajar siswa. Untuk menerangkan perbedaan perubahan fisika dan kimia, dapat dilakukan percobaan dengan menggunakan proses pelarutan garam dapur sebagai contoh perubahan fisika dan reaksi antara cuka dengan soda kue yang menghasilkan karbondioksida sebagai contoh perubahan kimia. Untuk menerangkan topik Konsep Mol, dapat dengan mempelajari jumlah partikel dari suatu senyawa dengan cara memperkirakan jumlah molekul air yang terdapat dalam bak mandi di rumah, percobaan dilakukan dengan terlebih dahulu mengukur volume bak mandi, dan menimbang berat beberapa ml air untuk menentukan berat jenisnya.  Topik Senyawa Organik dapat diterangkan melalui eksperimen tentang pembuatan ester. Percobaan dilakukan dengan cara memanaskan campuran alkohol dan cuka selama beberapa menit, terbentuknya ester ditandai dengan terciumnya bau harum yang khas, atau dengan terbentuknya dua lapisan bila dicampurkan dengan air.


PERMASALAHAN
Berikan beberapa cara untuk menghadapi kesulitas siswa SMA dalam pembelajari pelajaran kimia seperti pada materi Ikatan Kimia!


Wednesday, March 22, 2017

SOAL UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS)

WORKSHOP PENDIDIKAN KIMIA

23 MARET 2017





UJIAN TENGAH SEMESTER

MATA KULIAH                   : WORKSHOP PENDIDIKAN KIMIA
DOSEN                                 : Dr. Syamsurizal, M.Si
KELAS                                  : PGMIPA-U
HARI/ TANGGAL                : RABU, 22 MARET 2017
WAKTU                                : 15:00 – 17:30 WIB

1. Berfikir tingkat tinggi didalam pembelajaran kimia salah satunya dengan menyusun suatu peta konsep.
         a.   Buatlah peta konsep tentang hidrokarbon hubungkan antar konsep sekurang-kurangnya ada 15 konsep terkait.
        b. Deskripsikan pemahaman saudara secara sistematis sekurang-kurangnya antar 5 konsep terkait temukan keterkaitan antar konsep.
JAWABAN :
            a.       Contohnya :


            b.      Konsep terkait:
·         Hidrokarbon tersusun dari senyawa karbon
·         Karbon terkandung dari dalam bahan bakar
·         Bahan bakar merupakan salah satu dari hidrokarbon
·         Hidrokarbon dapat berwujud gas
·         Gas hidrokarbon salah satunya adalah metana
·         Metana merupakan bagian dari hidrokarbon
·         Hidrokarbon dapat menghasilkan CO2
·         CO2 dihasilkan dari pembakaran
·         Pembakaran membutuhkan oksigen
·         Oksigen penyusun H2O
·         H2O tersusun dari hydrogen
·         Hydrogen salah satu penyusun dari hidrokarbon

2.     Salah satu faktor munculnya Miskonsepsi dalam pembelajaran kimia adalah hilangnya aspek mikroskopik selama seseorang mempelajari konsep kimia. Kemukakan gagasan anda bagaimana anda dapat menjelaskan suatu konsep kimia (berikan contohnya) mulailah berturut-turut dari aspek makroskopik, mikroskopik dan simbolik, tandai ketiga aspek tersebut dalam penjelasan anda!
JAWABAN :
Misalnya pada materi Iktan Kimia
·         Konsep kimia dari aspek makroskopik
            Atom-atom dapat dikelompokkan menjadi atom logam, nonlogam, metaloid, dan gas mulia. Atom-atom gas mulia bersifat stabil, sedangkan atom-atom lainnya bersifat tidak stabil. Atom-atom gas mulia bersifat stabil karena kulit terluarnya terisi penuh oleh electron. Untuk mencapai kestabilan, electron lain akan berikatan. Elektron yang berperan pada pembentukan ikatan kimia adalah elektron valensi dari suatu atom/unsur yang terlibat. Salah satu petunjuk dalam pembentukan ikatan kimia adalah adanya satu golongan unsur yang stabil yaitu golongan VIIIA (gas mulia). Maka dari itu, dalam pembentukan ikatan kimia; atom-atom akan membentuk konfigurasi elektron seperti pada unsur gas mulia. Unsur gas mulia mempunyai elektron valensi sebanyak 8 (oktet) atau 2 (duplet, yaitu atom Helium). Berdasarkan perubahan konfigurasi elektron yang terjadi pada pembentukan ikatan, maka ikatan kimia dibedakan menjadi 4 yaitu : ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinat / koordinasi / dativ dan ikatan logam.

·         Konsep kimia dari aspek mikroskopik
1.      Ikatan ionik (ikatan elektrovalen): “transfer elektron”
Atom logam (energi ionisasi rendah) cenderung melepaskan elektronnya, lalu diterima oleh atom nonlogam (afinitas elektron besar). Dari proses transfer elektron dari atom logam ke atom nonlogam ini akan terbentuk ion positif dan ion negatif dengan konfigurasi elektron gas mulia yang saling tarik menarik dengan gaya elektrostatis yang disebut ikatan ionik. Sebagai contoh, dalam pembentukan senyawa ionik NaCl terjadi transfer elektron dari atom Na ke atom Cl.
2.      Ikatan kovalen: “sharing elektron”
Atom-atom nonlogam cenderung tidak ingin melepaskan elektronnya (energi ionisasi tinggi) dan ingin menarik elektron-elektron dari atom lainnya (afinitas elektron besar) sehingga terdapat satu atau lebih pasangan elektron yang dipakai untuk berbagi bersama. Ikatan kimia yang terbentuk dari sharing elektron terlokalisasi antara atom ini disebut ikatan kovalen. Sebagai contoh, 2 atom H berikatan kovalen membentuk molekul H2 dan 2 atom Cl berikatan kovalen membentuk molekul Cl2.

·         Konsep kimia dari aspek simbolik
Contoh dari dua jenis ikatan ini seperti:
1.      Ikatan Ion
Pembentukan senyawa ionik NaCl terjadi transfer elektron dari atom Na ke atom Cl.
Na =   2   8   1
Cl =    2   8   7
Sehingga:
Image result for ikatan nacl

2.      Ikatan Kovalen
3 atom H berikatan kovalen dengan N membentuk molekul NH3
H   =   1
N   =   2   5
Sehingga :
 Image result for ikatan nh3  
3. Banyaknya kendala yang dihadapai baik guru maupun siswa dalam implementasi Kurikulum 2013 pada jenjang SMA dan SMA pada pembelajaran kimia.
a.     Kemukakan sekurang-kurangnya tiga faktor utama penyebab timbulnya hambatan implementasi Kurikulum 2013 dalam pembelajaran kimia berikan contoh.
b.  Buatlah peta konsep mata rantai hambatan-hambatan dalam implementasi K-13 pada pembelajaran kimia.
            JAWABAN :
a.       Beberapa faktor utama penyebab timbulnya hambatan implementasi Kurikulum 2013:
1.      Kesulitan untuk merencanakan cara untuk mengaktifkan siswa dan memberi stimulant yang cocok. Karena pada Kurikulum 2013 lebih menekankan pada aspek afektif siswa dalam pembelajaran. Namun tidak semua guru dapat merencanakan suatu pembelajaran yang dapat menghidupkan suasana kelas dengan keaktifan siswa tersebut.
2.      Terlalu banyak penilaian yang harus dibuat. Ini dapat membuat timbulnya rasa enggan pada guru, karena dengan proses pembelajaran yang dibuat sudah cukup memberatkan guru dalam mengajar.
3.    Tidak tersedianya sarana dan prasarana yang lengkap. Ini dapat menurunkan minat siswa karena tidak semua sekolah memiliki sarana dan prasarana yang lengkap, dapat seperti alat IT maupun buku pelajaran.
4.    Jumlah siswa yang banyak menjadi penghambat penggunaan model pembelajaran. Karena biasanya model pembelajaran efektif dilakukan dengan jumlah siswa kurang dari 30 orang. Namun pada kenyataannya siswa di sekolah bisa mencapai 42/ local.
5.   Penjurusan di awal sekolah. Masih banyak siswa yang didapatkan curang dalam penjurusan di awal sekolah. Ini dapat berdampak siswa terjebak dalam suatu jurusan dan tidak dapat mengikuti pembelajaran dan berakibat pada hasil belajar siswa.
6.    Banyaknya kegiatan wajib siswa seperti Pramuka dan PMR. Kegiatan ini biasanya dilakukan di akhir minggu. Keggiatan ini dapat menyita waktu istirahat siswa bagi siswa yang tidak memiliki minat disini. Ini dapa berdampak enggannya siswa untuk belajar dimalam hari.

b.      Peta konsepnya:

4.     Berdasarkan survey yang telah anda lakukan atau pengetahuan anda pada beberapa sekolah di Jambi, tentang penerapan sistim penilaian otentik dalam pembelajaran kimia.
a.       Jelaskan sekurang-kurangnya tiga manfaat penilaian otentik bagi siswa.
b.      Jelaskan bagaimana anda dapat menerapkan penilaian otentik pada praktikum kimia.
             JAWABAN :
a.       manfaat penilaian otentik bagi siswa:
1.      Siswa dituntut untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran karena penilaian juga dilihat dari keaktifan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.
2.      Dengan penilaian seperti ini, maka akan mengurasi rasa minder siswa yang diakibatkan perbedaan latar belakang, budaya, gaya belajar, dan kemampuan akademik siswa.
3.   Berbagai tugas ataupun masalah yang dibahas banyak dikaitkan dalam kehidupan sehari-hari siswa sehingga pembelajaran lebih menarik minat siswa.
4.   Bentuk sikap positif akan lebih menonjol sehingga dapat berdampak baik terhadap sekolah dan pembelajaran dapat berkembang.
5.    Guru berperan penting dalam proses penilaian, penilaian ini menyediakan informasi yang berharga kepada guru pada kemajuan siswa serta keberhasilan instruksi.
6.    Orang tua akan lebih mudah memahami penilaian dari anaknya dari persentil abstrak, perangkingan, dan  pengukuran  lain tes standar.

b.      Dapat dilakukan dengan cara:
1. Dengan melakukan penilaian terhadap penampilan keterampilan siswa dalam melakukan, mempraktikan dan menggunakan alat dalam praktikum kimia.
2. Dengan melakukan penilaian terhadap kinerja individu dalam proses pembelajaran siswa, seperti dari keaktifan siswa.
3.  Dengan melakukan penilaian terhadap hasil yang diperoleh dalam pembelajaran tersebut.
4. Dengan melakukan penilaian terhadap cara atau kemampuan siswa dalam mengungkapkan hasil diskusi kelompok menenai materi yang dipraktikumkan.

Monday, March 20, 2017

KETERAMPILAN DASAR
(Basic Skill)
DALAM LABORATORIUM



Image result for laboratorium kimia



         Apabila ingin melakukan praktikum dalam laboratorium, terdapat beberapa keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh praktikan seperti:
·       Keterampilan dasar sebelum praktikum:
Ø Mengetahui kelengkapan apa saja yang wajib digunakan dalam praktikum (seperti jas lab, masker, sarung tangan, sepatu ket, dan sebagainya)
Ø Mengetahui macam-macam alat dalam laboratorium beserta fungsinya
Ø Mengetahui zat-zat kuat yang dapat membahayakan tubuh
Ø Menguasai konsep/ teori dasar mengenai praktikum
Ø Mengetahui prosedur yang akan dilakukan dalam prktikum
Ø Mengetahui alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum
Ø Mengetahui cara penggunaan alat dalam laboratorium
Ø Mengetahui cara mensterilkan atau mengkalibrasi alat-alat dalam laboratorium

·       Keterampilan dasar saat praktikum:
Ø Menggunakan kelengkapan yang wajib dalam praktikum (seperti jas lab, masker, sarung tangan, sepatu ket, dan sebagainya)
Ø Dapat menggunakan alat-alat praktikum yang dilakukan
Ø Dapat mensterilkan atau mengkalibrasi alat-alat dalam laboratorium
Ø Dapat mengenali jenis-jenis zat yang digunakan saat melakukan praktikum
Ø Dapat melakukan praktikum sesuai prosedur yang ada
Ø Dapat menyimpulkan hasil dari praktikum

·       Keterampilan dasar sesudah praktikum:
Ø Dapat mengingat bagaimana penggunaan alat serta hasil dari praktikum
Ø Dapat mengetahui manfaat dari praktikum tersebut

PERTANYAAN :
Selain yang dijelaskan diatas, basic skill (kemampuan dasar) apa lagi yang harus dimiliki oleh praktikan? Jelaskan!

Keterlaksanaan Praktikum dalam Pembelajaran Kimia di
SMAN 4 Kota Jambi



Image result for laboratorium



Pada pembelajaran kimia di SMAN 4 Kota Jambi, hampir semua sub materi dapat dilakukan kegiatan praktikum. Hanya saja terkadang kegiatan praktikum terkendala oleh kelengkapan alat dan bahan yang tersedia. Salah satu contoh kegiatan praktikum yang telah dilakukan adalah percobaan pengujian asam dan basa. Guru kimia di SMAN 4 Kota Jambi sangat kreatif karena dapat menyikapi ketidak tersediaan dari bahan untuk percobaan. Sebagai contohnya pada praktikum tersebut digunakan larutan sampel seperti cuka, sabun, shampoo, dan sebagainya. Sedangkan indicator digunakan dua indicator yaitu indicator universal dan indicator alam seperti bunga kertas.
Kekreativan guru sebagai pendidik sangat diperlukan untuk menyikapi kendala-kedala seperti kurangnya alat maupun bahan. Dan untuk kendala yang benar-benar tidak dapat digantikan dengan bahan alam, dapat dilakukan demonstrasi di depan atau dapat juga dilakukan pengalihan seperti denan menggunakan laboratorium virtual dengan memanfaatkan teknologi yang telah berkembang. Ini akan membantu siswa untuk lebih memahami konsep materi.


Permasalahan :

Bagaimana cara guru untuk mengantisipasi ketidaklengkapan alat dan bahan dilaboratorium terkhusus pada laboratorium kimia?

Thursday, March 16, 2017

Keterlaksanaan Praktikum dalam Pembelajaran Kimia di SMP dan SMA


Kimia merupakan ilmu pengetahuan yang termasuk ke dalam rumpun IPA yang memiliki karakteristik sama dengan IPA. Kimia bukan hanya kumpulan pengetahuan berupa fakta, konsep, atau prinsip saja, tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Ilmu kimia hakikatnya dipandang sebagai suatu proses. Salah satu upaya untuk mencapainya adalah dengan diterapkannya metode praktikum dalam pembelajaran di sekolah (Depdiknas, 2003). Sebagian besar pokok bahasan dalam mata pelajaran kimia memerlukan penguatan pemahaman dan pengembangan wawasan melalui penerapan metode praktikum. Metode praktikum merupakan salah satu metode yang sangat tepat diterapkan dalam pembelajaran kimia terutama untuk materi yang bersifat fakta, karena metode ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan sendiri fakta yang diperlukan untuk meningkatkan penguasaan dan pemahamannya terhadap materi kimia yang dipelajarinya. Selain itu, kegiatan praktikum juga dapat meningkatkan minat dan motivasi siswa untuk mempelajari ilmu kimia lebih mendalam. Pelaksanaan kegiatan praktikum kimia di sekolah masih belum terlaksana secara optimal, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti lain mengenai frekuensi pelaksanaan metode praktikum dan keterlaksanaan praktikum kimia di sekolah, diperoleh data bahwa pembelajaran kimia dengan metode sekolah. Dari tujuh sekolah yang diteliti, hanya ada tiga sekolah yang melakukan kegiatan pembelajaran kimia dengan menggunakan metode praktikum. Ini menunjukkan bahwa pembelajaran kimia dengan menggunakan metode praktikum yang dilakukan di sekolah masih sangat rendah frekuensi pelaksanaannya, padahal kegiatan praktikum itu harus diterapkan dalam pembelajaran kimia sesuai dengan karakteristik dari materi kimia yang disampaikan. Rendahnya frekuensi pelaksanaan praktikum ini menyebabkan kemampuan siswa dalam melakukan praktikum menjadi kurang karena jarang diasah. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kegiatan praktikum jarang dilakukan, antara lain faktor fasilitas sekolah dan biaya pelaksanaan praktikum. Menurut Musrifah (2010), salah satu kendala dalam pelaksanaan praktikum sekolah adalah sarana dan prasana sekolah yang kurang memadai untuk dapat melaksanakan kegiatan praktikum di sekolah. Tidak semua sekolah memiliki fasilitas lengkap seperti ruang laboratorium untuk dapat melakukan kegiatan praktikum kimia. Padahal menurut peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 40, fasilitas yang harus tersedia untuk laboratorium IPA antara lain: bangunan/ruang laboratorium, perabot, peralatan pendidikan, alat dan bahan percobaan, media pendidikan, bahan habis pakai, dan perlengkapan lainnya. Selain itu, besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli alat-alat dan bahan-bahan praktikum masih dirasa berat bagi sekolah karena kegiatan praktikum di sekolah umumnya masih dilakukan secara konvensional.Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka guru dapat melakukan kegiatan praktikum dengan menggunakan metode praktikum kimia skala kecil. Penggunaan metode praktikum skala kecil memiliki beberapa keunggulan, antara lain mengikuti prinsip green chemistry, yaitu menggunakan alat dan bahan dalam jumlah yang sedikit, sehingga dapat mengurangi biaya serta limbah kimia yang dihasilkan. Selain itu, kegiatan praktikum kimia skala kecil dapat dilaksanakan di dalam kelas (tidak harus di laboratorium) karena semua alat dan bahan praktikumnya sudah tersedia di dalam praktikum kimia skala kecil yang dapat dibawa ke dalam kelas. praktikum kimia skala kecil yang sudah ada merupakan hasil pengembangan yang dilakukan oleh Mulyono HAM. Di dalam praktikum kimia skala kecil sudah tersedia buku pedoman serta prosedur praktikum kimia skala kecil. Salah satu materi kimia SMA kelas XI yang dapat diajarkan dengan menggunakan praktikum kimia skala kecil adalah hidrolisis garam. 

Permasalahan :
bagaimana cara guru untuk mengantisipasi ketidaklengkapan alat dan bahan dilaboratorium terkhusus pada laboratorium kimia?