SOAL UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS)
WORKSHOP PENDIDIKAN KIMIA
23 MARET 2017
UJIAN
TENGAH SEMESTER
MATA
KULIAH : WORKSHOP PENDIDIKAN KIMIA
DOSEN : Dr. Syamsurizal, M.Si
KELAS : PGMIPA-U
HARI/
TANGGAL : RABU, 22 MARET 2017
WAKTU : 15:00 – 17:30
WIB
1. Berfikir
tingkat tinggi didalam pembelajaran kimia salah satunya dengan menyusun suatu
peta konsep.
a. Buatlah
peta konsep tentang hidrokarbon hubungkan antar konsep sekurang-kurangnya ada
15 konsep terkait.
b. Deskripsikan
pemahaman saudara secara sistematis sekurang-kurangnya antar 5 konsep terkait
temukan keterkaitan antar konsep.
JAWABAN :
a. Contohnya
:
b. Konsep
terkait:
·
Hidrokarbon tersusun dari senyawa karbon
·
Karbon terkandung dari dalam bahan bakar
·
Bahan bakar merupakan salah satu dari
hidrokarbon
·
Hidrokarbon dapat berwujud gas
·
Gas hidrokarbon salah satunya adalah
metana
·
Metana merupakan bagian dari hidrokarbon
·
Hidrokarbon dapat menghasilkan CO2
·
CO2 dihasilkan dari
pembakaran
·
Pembakaran membutuhkan oksigen
·
Oksigen penyusun H2O
·
H2O tersusun dari hydrogen
·
Hydrogen salah satu penyusun dari
hidrokarbon
2. Salah
satu faktor munculnya Miskonsepsi dalam pembelajaran kimia adalah hilangnya
aspek mikroskopik selama seseorang mempelajari konsep kimia. Kemukakan gagasan
anda bagaimana anda dapat menjelaskan suatu konsep kimia (berikan contohnya)
mulailah berturut-turut dari aspek makroskopik, mikroskopik dan simbolik,
tandai ketiga aspek tersebut dalam penjelasan anda!
JAWABAN
:
Misalnya pada materi
Iktan Kimia
·
Konsep kimia dari aspek makroskopik
Atom-atom dapat dikelompokkan menjadi atom logam, nonlogam, metaloid, dan gas mulia. Atom-atom gas mulia bersifat stabil, sedangkan atom-atom lainnya bersifat tidak stabil. Atom-atom gas mulia bersifat stabil karena kulit terluarnya terisi penuh oleh electron. Untuk mencapai kestabilan, electron lain akan berikatan. Elektron yang berperan pada pembentukan ikatan kimia adalah elektron valensi dari suatu atom/unsur yang terlibat. Salah satu petunjuk dalam pembentukan ikatan kimia adalah adanya satu golongan unsur yang stabil yaitu golongan VIIIA (gas mulia). Maka dari itu, dalam pembentukan ikatan kimia; atom-atom akan membentuk konfigurasi elektron seperti pada unsur gas mulia. Unsur gas mulia mempunyai elektron valensi sebanyak 8 (oktet) atau 2 (duplet, yaitu atom Helium). Berdasarkan perubahan konfigurasi elektron yang terjadi pada pembentukan ikatan, maka ikatan kimia dibedakan menjadi 4 yaitu : ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinat / koordinasi / dativ dan ikatan logam.
Atom-atom dapat dikelompokkan menjadi atom logam, nonlogam, metaloid, dan gas mulia. Atom-atom gas mulia bersifat stabil, sedangkan atom-atom lainnya bersifat tidak stabil. Atom-atom gas mulia bersifat stabil karena kulit terluarnya terisi penuh oleh electron. Untuk mencapai kestabilan, electron lain akan berikatan. Elektron yang berperan pada pembentukan ikatan kimia adalah elektron valensi dari suatu atom/unsur yang terlibat. Salah satu petunjuk dalam pembentukan ikatan kimia adalah adanya satu golongan unsur yang stabil yaitu golongan VIIIA (gas mulia). Maka dari itu, dalam pembentukan ikatan kimia; atom-atom akan membentuk konfigurasi elektron seperti pada unsur gas mulia. Unsur gas mulia mempunyai elektron valensi sebanyak 8 (oktet) atau 2 (duplet, yaitu atom Helium). Berdasarkan perubahan konfigurasi elektron yang terjadi pada pembentukan ikatan, maka ikatan kimia dibedakan menjadi 4 yaitu : ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinat / koordinasi / dativ dan ikatan logam.
·
Konsep kimia dari aspek mikroskopik
1.
Ikatan
ionik (ikatan elektrovalen): “transfer elektron”
Atom logam (energi ionisasi rendah)
cenderung melepaskan elektronnya, lalu diterima oleh atom nonlogam (afinitas
elektron besar). Dari proses transfer elektron dari atom logam ke atom nonlogam
ini akan terbentuk ion positif dan ion negatif dengan konfigurasi elektron gas
mulia yang saling tarik menarik dengan gaya elektrostatis yang disebut ikatan
ionik. Sebagai contoh, dalam pembentukan senyawa ionik NaCl terjadi transfer
elektron dari atom Na ke atom Cl.
2.
Ikatan
kovalen: “sharing elektron”
Atom-atom nonlogam cenderung tidak
ingin melepaskan elektronnya (energi ionisasi tinggi) dan ingin menarik
elektron-elektron dari atom lainnya (afinitas elektron besar) sehingga terdapat
satu atau lebih pasangan elektron yang dipakai untuk berbagi bersama. Ikatan
kimia yang terbentuk dari sharing elektron terlokalisasi antara atom ini
disebut ikatan kovalen. Sebagai contoh, 2 atom H berikatan kovalen membentuk
molekul H2 dan 2 atom Cl berikatan kovalen membentuk
molekul Cl2.
·
Konsep kimia dari aspek simbolik
Contoh dari dua jenis
ikatan ini seperti:
1. Ikatan
Ion
Pembentukan senyawa ionik NaCl
terjadi transfer elektron dari atom Na ke atom Cl.
Na = 2
8 1
Cl = 2
8 7
Sehingga:

2. Ikatan
Kovalen
3 atom H berikatan kovalen dengan N membentuk molekul NH3
H = 1
N = 2 5
Sehingga :
3. Banyaknya kendala yang dihadapai baik guru maupun siswa dalam implementasi Kurikulum 2013 pada jenjang SMA dan SMA pada pembelajaran kimia.
a. Kemukakan
sekurang-kurangnya tiga faktor utama penyebab timbulnya hambatan implementasi
Kurikulum 2013 dalam pembelajaran kimia berikan contoh.
b. Buatlah
peta konsep mata rantai hambatan-hambatan dalam implementasi K-13 pada
pembelajaran kimia.
JAWABAN :
a. Beberapa
faktor utama penyebab timbulnya hambatan implementasi Kurikulum 2013:
1. Kesulitan
untuk merencanakan cara untuk mengaktifkan siswa dan memberi stimulant yang
cocok. Karena pada Kurikulum 2013 lebih menekankan pada aspek afektif siswa
dalam pembelajaran. Namun tidak semua guru dapat merencanakan suatu
pembelajaran yang dapat menghidupkan suasana kelas dengan keaktifan siswa
tersebut.
2. Terlalu
banyak penilaian yang harus dibuat. Ini dapat membuat timbulnya rasa enggan
pada guru, karena dengan proses pembelajaran yang dibuat sudah cukup
memberatkan guru dalam mengajar.
3. Tidak
tersedianya sarana dan prasarana yang lengkap. Ini dapat menurunkan minat siswa
karena tidak semua sekolah memiliki sarana dan prasarana yang lengkap, dapat
seperti alat IT maupun buku pelajaran.
4. Jumlah
siswa yang banyak menjadi penghambat penggunaan model pembelajaran. Karena biasanya
model pembelajaran efektif dilakukan dengan jumlah siswa kurang dari 30 orang. Namun
pada kenyataannya siswa di sekolah bisa mencapai 42/ local.
5. Penjurusan di awal sekolah. Masih banyak
siswa yang didapatkan curang dalam penjurusan di awal sekolah. Ini dapat
berdampak siswa terjebak dalam suatu jurusan dan tidak dapat mengikuti
pembelajaran dan berakibat pada hasil belajar siswa.
6. Banyaknya
kegiatan wajib siswa seperti Pramuka dan PMR. Kegiatan ini biasanya dilakukan
di akhir minggu. Keggiatan ini dapat menyita waktu istirahat siswa bagi siswa
yang tidak memiliki minat disini. Ini dapa berdampak enggannya siswa untuk
belajar dimalam hari.
b. Peta
konsepnya:
4. Berdasarkan
survey yang telah anda lakukan atau pengetahuan anda pada beberapa sekolah di
Jambi, tentang penerapan sistim penilaian otentik dalam pembelajaran kimia.
a. Jelaskan
sekurang-kurangnya tiga manfaat penilaian otentik bagi siswa.
b. Jelaskan
bagaimana anda dapat menerapkan penilaian otentik pada praktikum kimia.
JAWABAN :
a.
manfaat penilaian otentik bagi siswa:
1.
Siswa dituntut untuk berperan
aktif dalam proses pembelajaran karena penilaian juga dilihat dari keaktifan
siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.
2.
Dengan penilaian seperti
ini, maka akan mengurasi rasa minder siswa yang diakibatkan perbedaan latar
belakang, budaya, gaya belajar, dan kemampuan akademik siswa.
3. Berbagai tugas ataupun
masalah yang dibahas banyak dikaitkan dalam kehidupan sehari-hari siswa
sehingga pembelajaran lebih menarik minat siswa.
4. Bentuk sikap positif akan
lebih menonjol sehingga dapat berdampak baik terhadap sekolah dan pembelajaran dapat
berkembang.
5. Guru berperan penting
dalam proses penilaian, penilaian ini menyediakan informasi yang berharga
kepada guru pada kemajuan siswa serta keberhasilan instruksi.
6. Orang tua akan lebih
mudah memahami penilaian dari anaknya dari persentil abstrak, perangkingan,
dan pengukuran lain tes standar.
b.
Dapat dilakukan dengan cara:
1. Dengan melakukan penilaian terhadap penampilan keterampilan siswa dalam
melakukan, mempraktikan dan menggunakan alat dalam praktikum kimia.
2. Dengan melakukan penilaian terhadap kinerja individu dalam proses
pembelajaran siswa, seperti dari keaktifan siswa.
3. Dengan melakukan penilaian terhadap hasil yang diperoleh dalam
pembelajaran tersebut.
4. Dengan melakukan penilaian terhadap cara atau kemampuan siswa dalam
mengungkapkan hasil diskusi kelompok menenai materi yang dipraktikumkan.



No comments:
Post a Comment