Saturday, March 4, 2017

MISKONSEPSI

Miskonsepsi atau salah konsep merupakan konsep yang tidak sesuai dengan konsep yang diterima secara umum atau konsep yang diterima oleh orang banyak. Dapat juga diartikan dengan konsep yang tidak sesuai dengan pengertian ilmiah atau pengertian yang diterima para ilmuwan pada bidang yang bersangkutan.
Miskonsepsi terbentuk secara alami dan tidak terelakkan, miskonsepsi merupakan bagian dari proses belajar. Apabila tidak segera diluruskan, miskonsepsi sering di bawa siswa dari tingkat sekolah dasar sampai ke perguruan tinggi.
Menurut Katu (dalam Asma & Masril, 2002), untuk mendeteksi miskonsepsi dapat dilakukan sebagai berikut. 
1.       Memberi tes diagnostik pada awal perkuliahan atau pada setiap akhir pembahasan. Bentuknya dapat berupa tes obyektif pilihan ganda atau bentuk lain seperti menggambarkan diagram fisis atau vektoris, grafik, atau penjelasan dengan kata-kata. 
2.      Dengan memberikan tugas-tugas terstruktur misalnya tugas mandiri atau kelompok sebagai tugas akhir pengajaran atau tugas pekerjaan rumah. 
3.      Dengan memberikan pertanyaan terbuka, pertanyaan terbalik (reverse question) atau pertanyaan yang kaya konteks (context-rich problem). 
4.     Dengan mengoreksi langkah-langkah yang digunakan siswa atau mahasiswa dalam menyelesaikan soal-soal esai. 
5.      Dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan terbuka secara lisan kepada siswa atau mahasiswa. 

6.     Dengan mewawancarai misalnya dengan menggunakan kartu pertanyaan.




PERMASALAHAN
Menurut teman-teman, apa sajakah factor-faktor yang menyebabkan miskonsepsi dalam pembelajaran di kelas?

No comments:

Post a Comment