MISKONSEPSI
Miskonsepsi atau salah konsep merupakan konsep
yang tidak sesuai dengan konsep yang diterima secara umum atau konsep yang
diterima oleh orang banyak. Dapat juga diartikan dengan konsep yang tidak
sesuai dengan pengertian ilmiah atau pengertian yang diterima para ilmuwan pada
bidang yang bersangkutan.
Miskonsepsi terbentuk secara alami dan tidak
terelakkan, miskonsepsi merupakan bagian dari proses belajar. Apabila tidak segera
diluruskan, miskonsepsi sering di bawa siswa dari tingkat sekolah dasar sampai
ke perguruan tinggi.
Menurut Katu (dalam Asma & Masril, 2002),
untuk mendeteksi miskonsepsi dapat dilakukan sebagai berikut.
1. Memberi tes diagnostik pada awal perkuliahan
atau pada setiap akhir pembahasan. Bentuknya dapat berupa tes obyektif pilihan
ganda atau bentuk lain seperti menggambarkan diagram fisis atau vektoris,
grafik, atau penjelasan dengan kata-kata.
2. Dengan memberikan tugas-tugas terstruktur
misalnya tugas mandiri atau kelompok sebagai tugas akhir pengajaran atau tugas
pekerjaan rumah.
3. Dengan memberikan pertanyaan terbuka,
pertanyaan terbalik (reverse question) atau pertanyaan yang kaya konteks
(context-rich problem).
4. Dengan mengoreksi langkah-langkah yang
digunakan siswa atau mahasiswa dalam menyelesaikan soal-soal esai.
5. Dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan terbuka
secara lisan kepada siswa atau mahasiswa.
6. Dengan mewawancarai misalnya dengan menggunakan
kartu pertanyaan.
PERMASALAHAN
Menurut teman-teman, apa sajakah factor-faktor
yang menyebabkan miskonsepsi dalam pembelajaran di kelas?
No comments:
Post a Comment