Tuesday, March 28, 2017

Kesulitan Belajar Kimia
Pada Siswa SMP Dan SMA


Materi Pelajaran Kimia di SMA banyak berisi konsep-konsep yang cukup sulit untuk difahami siswa, karena menyangkut reaksi-reaksi kimia dan hitungan-hitungan serta menyangkut konsep-konsep yang bersifat abstrak dan dianggap oleh siswa merupakan materi yang relatif baru dan belum pernah diperolehnya ketika di SMP. Dalam proses pembelajaran kimia di beberapa sekolah selama ini terlihat kurang menarik, sehingga siswa merasa jenuh dan kurang memiliki minat pada pelajaran kimia, sehingga suasana kelas cenderung pasif, sedikit sekali siswa yang bertanya pada guru meskipun materi yang diajarkan belum dapat dipahami. Dalam pembelajaran seperti ini mereka akan merasa seolah-olah dipaksa untuk belajar sehingga jiwanya tertekan. Keadaan demikian menimbulkan kejengkelan, kebosanan, sikap masa bodoh, sehingga perhatian, minat, dan motivasi siswa dalam pembelajaran menjadi rendah. Hal ini akan berdampak terhadap ketidaktercapaian tujuan pembelajaran kimia.
Umumnya, rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Kimia disebabkan siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan yang menyangkut reaksi kimia dan hitungan kimia, akibat rendahnya pemahaman konsep-konsep kimia dan kurangnya minat siswa terhadap pelajaran kimia. Di samping itu, guru kurang memberikan contoh-contoh konkrit tentang reaksi-reaksi yang ada di lingkungan sekitar dan sering dijumpai siswa. Oleh sebab itu, diperlukan suatu usaha untuk mengoptimalkan pembelajaran kimia di kelas dengan menerapkan pendekatan dan metode yang tepat. 
Berdasarkan uraian di atas, dapat dikatakan bahwa rendahnya aktivitas, minat, dan hasil belajar kimia siswa dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain: (1) Penyampaian materi kimia oleh guru dengan metode demonstrasi yang hanya sekali-kali dan diskusi cenderung membuat siswa jenuh, siswa hanya dijejali informasi yang kurang konkrit dan diskusi yang kurang menarik karena bersifat teoritis; (2) Siswa tidak pernah diberi pengalaman langsung dalam mengamati suatu reaksi kimia, sehingga siswa menganggap materi pelajaran kimia adalah abstrak dan sulit difahami;  (3) Metode mengajar yang digunakan guru kurang bervariasi dan tidak inovatif, sehingga membosankan dan tidak menarik minat siswa. Hal ini menunjukkan kompetensi guru kimia yang masih perlu ditingkatkan.
Rendahnya aktivitas belajar siswa dalam mempelajari kimia diduga disebabkan kimia merupakan ilmu yang tidak bermanfaat dalam kehidupannya kelak, selain adanya anggapan bahwa kimia adalah ilmu yang sukar dipelajari.  Untuk meningkatkan minat dan motivasi belajar kimia siswa, guru perlu melakukan upaya peningkatan kualitas pembelajaran melalui kegiatan yang kreatif dan inovatif. Pembelajaran kimia yang berorientasi pada penumbuhan keterampilan generik sains (KGS) perlu dikembangkan, agar siswa dapat memahami bahwa kimia adalah ilmu yang terkait dalam kehidupan manusia sehari-hari, sehingga anggapan di atas dapat diminimalisir. Dengan demikian, Pembelajaran kimia yang diterapkan haruslah mempertimbangkan karakteristik siswa, karakteristik materi kimia, dan kondisi sekolah atau fasilitas yang dimiliki sekolah. Oleh sebab itu, perlu dilakukan identifikasi masalah-masalah pembelajaran kimia, baik dilihat dari motivasi belajar siswa dan kompetensi siswa maupun karakteristik konsep-konsep kimia yang akan dibelajarkan pada siswa.
Paradigma baru dalam pembelajaran sains termasuk kimia adalah pembelajaran dimana siswa tidak hanya dituntut untuk lebih banyak mempelajari konsep-konsep dan prinsip-prinsip sains secara verbalistis, hafalan, pengenalan rumus-rumus, dan pengenalan istilah-istilah melalui serangkaian latihan sevara verbal, namun hendaknya dalam pembelajaran sains (dalam hal ini kimia), guru lebih banyak memberikan pengalaman kepada siswa untuk lebih mengerti dan membimbing siswa agar dapat menggunakan pengetahuan kimianya tersebut dalam kehidupannya sehari-hari.  Hal ini sejalan dengan pendapat Piaget (1970) bahwa seorang anak akan lebuh mudah mencerna konsep dan ilmu pengetahuan apabila di dalam dirinya sudah ada struktur dan strata intelektual. Struktur dan strata intelektual terbentuk ketika intelek manusia beradaptasi dengan hal-hal yang diserap oleh pancaindera. Oleh sebab itu, dalam pembelajaran kimia diperlukan kemampuan berfikir tingkat tinggi. Dengan demikian, sebagai hasil belajar sains (kimia) diharapkan siswa memiliki kemampuan berfikir dan bertindak berdasarkan pengetahuan sains yang dimilikinya melalui kerangka berfikir sains. 
Pembelajaran dengan eksperimen telah banyak dilakukan bahkan pembelajaran dengan eksperimen alternatif dengan bahan-bahan kimia yang murah dan mudah didapatkan juga dapat membangkitkan motivasi belajar siswa. Untuk menerangkan perbedaan perubahan fisika dan kimia, dapat dilakukan percobaan dengan menggunakan proses pelarutan garam dapur sebagai contoh perubahan fisika dan reaksi antara cuka dengan soda kue yang menghasilkan karbondioksida sebagai contoh perubahan kimia. Untuk menerangkan topik Konsep Mol, dapat dengan mempelajari jumlah partikel dari suatu senyawa dengan cara memperkirakan jumlah molekul air yang terdapat dalam bak mandi di rumah, percobaan dilakukan dengan terlebih dahulu mengukur volume bak mandi, dan menimbang berat beberapa ml air untuk menentukan berat jenisnya.  Topik Senyawa Organik dapat diterangkan melalui eksperimen tentang pembuatan ester. Percobaan dilakukan dengan cara memanaskan campuran alkohol dan cuka selama beberapa menit, terbentuknya ester ditandai dengan terciumnya bau harum yang khas, atau dengan terbentuknya dua lapisan bila dicampurkan dengan air.


PERMASALAHAN
Berikan beberapa cara untuk menghadapi kesulitas siswa SMA dalam pembelajari pelajaran kimia seperti pada materi Ikatan Kimia!


5 comments:

  1. cara yang dapat dilakukan untuk menghadapi kesulitas siswa SMA dalam pembelajari pelajaran kimia seperti pada materi Ikatan Kimia yaitu pertama memberikan dan mengingatkan siswa terlebih dahulu mengenai materi syarat untuk mempelajari ikatan kimia tersebut seperti konfigurasi elektron dan memahami istilah-istilah pentingnya seperti elektron valensi, kestabilan dll. barulah selanjutnya siswa digiring untuk memahami materi ikatan kimia mulai dari yang sederhana seperti ikatan ionik yang terjadi antar unsur logam dan non logam lalu dilanjutkan kepada pembelajaran yang lebih komplek seperti ikatan koordinasi

    ReplyDelete
  2. cara yang dapat dilakukan untuk membantu siswa memahami materi ikatan kimia yaitu dengan menggunakan media komik dimana materi ikatan kimia dijelaskan dengan cerita komik hal ini akan memudahkan siswa memahami materi dan tertarik belajar kemudian cara lain yaitu dengan media flash ataupun media video yang membantu siswa memahami materi ikatan kimia. dimana materi ikatan kimia harus lebih banyak memunculkan gambar - gambar ikatan yang terbentuk agar konsep yang abstark dapat menjadi lebih konkrit.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baiklah jadi cara yang dapat dilakukan untuk membantu siswa memahami materi ikatan kimia yaitu dengan menggunakan media komik dimana materi ikatan kimia dijelaskan dengan cerita komik hal ini akan memudahkan siswa memahami materi dan tertarik belajar kemudian cara lain yaitu dengan media flash ataupun media video yang membantu siswa memahami materi ikatan kimia. dimana materi ikatan kimia harus lebih banyak memunculkan gambar - gambar ikatan yang terbentuk agar konsep yang abstark dapat menjadi lebih konkrit.terimakasih sy mngrti

      Delete
  3. cara yang dapat dilakukan guru salah satunya yaitu mengubah susana pembelajran yang menyenagkan dengan cara menggunakan model pembelajaran yang dapat membuat siswa aktif misalnya STAD, Jigsaw atau TGT (menggunakan media yang menarik, seperti gambar, video atau animasi). bukan hanya itu, guru seharusnya memberikan contoh konkret penerapan ikatan kimia dalam kehidupan sehari-hari, misalnya alasan kenapa besi yang terkena udara bisa mengalami perkaratan. Dengan begitu siswa akan menyadari betapa pentingnya belajar kimia dan akan semangat pada saat belajar kimia...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baiklah, jadi cara yang dapat dilakukan guru salah satunya yaitu mengubah susana pembelajran yang menyenagkan dengan cara menggunakan model pembelajaran yang dapat membuat siswa aktif misalnya STAD, Jigsaw atau TGT (menggunakan media yang menarik, seperti gambar, video atau animasi). bukan hanya itu, guru seharusnya memberikan contoh konkret penerapan ikatan kimia dalam kehidupan sehari-hari, misalnya alasan kenapa besi yang terkena udara bisa mengalami perkaratan. Dengan begitu siswa akan menyadari betapa pentingnya belajar kimia dan akan semangat pada saat belajar kimia. Sy mengerti terimakasih

      Delete