Kemajuan Belajar Kimia Siswa
di SMAN 1 Muaro Jambi
Penilaian hasil belajar harus
dilakukan dengan baik agar mendapatkan informasi yang tepat dan bermanfaat
dalam perbaikan proses pembelajaran. Penilaian hasil belajar yang kurang baik
meng-akibatkan informasi yang didapatkan juga kurang tepat sehingga tidak
tercapai tujuan pendidikan yang sesungguhnya. Penilaian berperan sebagai
program penilaian proses, kemajuan belajar, dan hasil belajar peserta didik
(Docktor dan Heller, 2009). Dewasa ini metode penilaian hasil belajar yang
dilakukan oleh guru masih menggunakan metode penilaian dengan teknik tes saja. Metode
penilaian hasil belajar dengan teknik tes tidak mampu mengukur semua aspek
dalam belajar karena tes hanya dapat mengungkapkan kompetensi pengetahuan
(Ovianti, 2013). Salah satu bentuk penilaian yang menekankan ketiga kompetensi
di atas melalui sebuah penilaian yang menitik beratkan pada proses pembelajaran
bukan pada hasil adalah penilaian autentik.
Penilaian autentik sebagai kegiatan
menilai peserta didik yang menekankan pada apa yang seharusnya dinilai, baik
proses maupun hasil dengan berbagai instrumen penilaian yang disesuaikan dengan
tuntutan kompetensi (Kunandar, 2013). Tujuan dari penilaian autentik adalah
untuk memberikan informasi yang valid dan akurat tentang apa yang diketahui
serta dapat dilakukan oleh peserta didik (Mundilarto, 2010)
Penilaian otentik adalah proses
pengumpulan informasi oleh guru tentang perkembangan dan pencapaian
pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik melalui berbagai teknik yang
mampu mengungkapkan, membuktikan atau menunjukkan secara tepat bahwa tujuan
pembelajaran telah benar-benar dikuasai dan dicapai (Nurhadi, 2004: 172).
Hakikat penilaian pendidikan
menurut konsep authentic assesment adalah proses pengumpulan berbagai data yang
bisa memberikan gambaran perkembangan belajar siswa. Gambaran perkembangan
belajar siswa perlu diketahui oleh guru agar bisa memastikan bahwa siswa
mengalami proses pembelajaran dengan benar. Apabila data yang dikumpulkan guru
mengindikasikan bahwa siswa mengalami kemacetan dalam belajar, guru segara bisa
mengambil tindakan yang tepat. Karena gambaran tentang kemajuan belajar itu
diperlukan di sepanjang proses pembelajaran, asesmen tidak hanya dilakukan di
akhir periode (semester) pembelajaran seperti pada kegiatan evaluasi hasil
belajar (seperti EBTA/Ebtanas/UAN), tetapi dilakukan bersama dan secara
terintegrasi (tidak terpisahkan) dari kegiatan pembelajaran (Nurhadi, 2004:
168).
Data yang dikumpulkan melalui
kegiatan penilaian (assesment) bukanlah untuk mencari informasi tentang belajar
siswa. Pembelajaran yang benar seharusnya ditekankan pada upaya membantu siswa
agar mampu mempelajari (learning how to learn), bukan ditekankan pada
diperolehnya sebanyak mungkin informasi di akhir periode pembelajaran (Nurhadi,
2004: 168).
Beberapa karakteristik penilaian
otentik adalah sebagai berikut:
a.penilaian merupakan bagian dari proses
pembelajaran.
b.penilaian mencerminkan hasil proses belajar pada
kehidupan nyata.
c.menggunakan bermacam-macam instrumen, pengukuran,
dan metode yang sesuai dengan karakteristik dan esensi pengalaman belajar.
d.penilaian harus bersifat komprehensif dan holistik
yang mencakup semua aspek dari tujuan pembelajaran.
(Santoso,
2004).
Sedangkan Nurhadi (2004: 173) mengemukakan
bahwa karakteristik authentik assesment adalah sebagai berikut:
a.melibatkan pengalaman nyata (involves real-world
experience)
b.dilaksanakan selama dan sesudah proses
pembelajaran berlangsung
c.mencakup penilaian pribadi (self assesment) dan
refleksi
d.yang diukur keterampilan dan performansi, bukan
mengingat fakta
e.berkesinambungan
f.terintegrasi
g.dapat digunakan sebagai umpan balik
h.kriteria keberhasilan dan kegagalan diketahui
siswa dengan jelas
Tujuan penilaian otentik itu
sendiri adalah untuk:
1.menilai kemampuan individu melalui tugas tertentu,
2.menentukan kebutuhan pembelajaran,
3.membantu dan mendorong siswa,
4.membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang
lebih baik,
5.menentukan strategi pembelajaran,
6.akuntabilitas lembaga, dan
7.meningkatkan kualitas pendidikan
Pada pelaksanaannya penilaian
otentik ini dapat menggunakan berbagai jenis penilaian diantaranya adalah: 1)
tes standar prestasi, 2) tes buatan guru, 3) catatan kegiatan, 4) catatan
anekdot, 5) skala sikap, 6) catatan tindakan, 7) konsep pekerjaan, 8) tugas
individu, 9) tugas kelompok atau kelas, 10) diskusi, 11) wawancara, 12) catatan
pengamatan, 13) peta perilaku, 14) portofolio, 15) kuesioner, dan 16)
pengukuran sosiometri (Santoso, 2004).
dari serangkaian banyaknya penilaian yang harus dilakukan guru pada penilaian autentik, bagaimanakah bila salah satu atau ada beberapa penilaian tersebut tidak terlaksana, apakan hasil penilaian autentik tersebut dapat berjalan efektif ?
ReplyDelete