Thursday, March 16, 2017

Keterlaksanaan Praktikum dalam Pembelajaran Kimia di SMP dan SMA


Kimia merupakan ilmu pengetahuan yang termasuk ke dalam rumpun IPA yang memiliki karakteristik sama dengan IPA. Kimia bukan hanya kumpulan pengetahuan berupa fakta, konsep, atau prinsip saja, tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Ilmu kimia hakikatnya dipandang sebagai suatu proses. Salah satu upaya untuk mencapainya adalah dengan diterapkannya metode praktikum dalam pembelajaran di sekolah (Depdiknas, 2003). Sebagian besar pokok bahasan dalam mata pelajaran kimia memerlukan penguatan pemahaman dan pengembangan wawasan melalui penerapan metode praktikum. Metode praktikum merupakan salah satu metode yang sangat tepat diterapkan dalam pembelajaran kimia terutama untuk materi yang bersifat fakta, karena metode ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan sendiri fakta yang diperlukan untuk meningkatkan penguasaan dan pemahamannya terhadap materi kimia yang dipelajarinya. Selain itu, kegiatan praktikum juga dapat meningkatkan minat dan motivasi siswa untuk mempelajari ilmu kimia lebih mendalam. Pelaksanaan kegiatan praktikum kimia di sekolah masih belum terlaksana secara optimal, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti lain mengenai frekuensi pelaksanaan metode praktikum dan keterlaksanaan praktikum kimia di sekolah, diperoleh data bahwa pembelajaran kimia dengan metode sekolah. Dari tujuh sekolah yang diteliti, hanya ada tiga sekolah yang melakukan kegiatan pembelajaran kimia dengan menggunakan metode praktikum. Ini menunjukkan bahwa pembelajaran kimia dengan menggunakan metode praktikum yang dilakukan di sekolah masih sangat rendah frekuensi pelaksanaannya, padahal kegiatan praktikum itu harus diterapkan dalam pembelajaran kimia sesuai dengan karakteristik dari materi kimia yang disampaikan. Rendahnya frekuensi pelaksanaan praktikum ini menyebabkan kemampuan siswa dalam melakukan praktikum menjadi kurang karena jarang diasah. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kegiatan praktikum jarang dilakukan, antara lain faktor fasilitas sekolah dan biaya pelaksanaan praktikum. Menurut Musrifah (2010), salah satu kendala dalam pelaksanaan praktikum sekolah adalah sarana dan prasana sekolah yang kurang memadai untuk dapat melaksanakan kegiatan praktikum di sekolah. Tidak semua sekolah memiliki fasilitas lengkap seperti ruang laboratorium untuk dapat melakukan kegiatan praktikum kimia. Padahal menurut peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 40, fasilitas yang harus tersedia untuk laboratorium IPA antara lain: bangunan/ruang laboratorium, perabot, peralatan pendidikan, alat dan bahan percobaan, media pendidikan, bahan habis pakai, dan perlengkapan lainnya. Selain itu, besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli alat-alat dan bahan-bahan praktikum masih dirasa berat bagi sekolah karena kegiatan praktikum di sekolah umumnya masih dilakukan secara konvensional.Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka guru dapat melakukan kegiatan praktikum dengan menggunakan metode praktikum kimia skala kecil. Penggunaan metode praktikum skala kecil memiliki beberapa keunggulan, antara lain mengikuti prinsip green chemistry, yaitu menggunakan alat dan bahan dalam jumlah yang sedikit, sehingga dapat mengurangi biaya serta limbah kimia yang dihasilkan. Selain itu, kegiatan praktikum kimia skala kecil dapat dilaksanakan di dalam kelas (tidak harus di laboratorium) karena semua alat dan bahan praktikumnya sudah tersedia di dalam praktikum kimia skala kecil yang dapat dibawa ke dalam kelas. praktikum kimia skala kecil yang sudah ada merupakan hasil pengembangan yang dilakukan oleh Mulyono HAM. Di dalam praktikum kimia skala kecil sudah tersedia buku pedoman serta prosedur praktikum kimia skala kecil. Salah satu materi kimia SMA kelas XI yang dapat diajarkan dengan menggunakan praktikum kimia skala kecil adalah hidrolisis garam. 

Permasalahan :
bagaimana cara guru untuk mengantisipasi ketidaklengkapan alat dan bahan dilaboratorium terkhusus pada laboratorium kimia?

5 comments:

  1. menurut saya jika di sekolah tersebut kekurangan alat dan bahan, guru di sekolah tersebut bisa menggunakan suatu media seperti menampilkan video yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. baiklah. jadi di sekolah tersebut kekurangan alat dan bahan, guru di sekolah tersebut bisa menggunakan suatu media seperti menampilkan video yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan.

      Delete
  2. cara yang dapat dilakukan guru untuk dapat mengatasi ketidaklengkapan alat dan bahan dilaboratorium yaitu membuat alat dan bahan tersebut sendiri bersama siswanya secara sederhana dengan menggunakan alat dan bahan yang dapat siswa bawa dari rumah, selain itu dapat pula dengan membuat media pembelajaran seperti virtual lab

    ReplyDelete
  3. jika tidak ada alat dan bahan untuk melakukan praktikum maka sebenarnya praktikum itu tidak akan bisa dilakukan, namun disinilah dibutuhkan kreativitas dan ide ide dari seorang guru untuk mengatasi hal hal tersebut, mungkin bisa diatasi dengan menampilkan video yang berisi praktikum yang akan dilakukan.

    ReplyDelete
  4. baiklah. jadi jika tidak ada alat dan bahan untuk melakukan praktikum maka sebenarnya praktikum itu tidak akan bisa dilakukan, namun disinilah dibutuhkan kreativitas dan ide ide dari seorang guru untuk mengatasi hal hal tersebut, mungkin bisa diatasi dengan menampilkan video yang berisi praktikum yang akan dilakukan.

    ReplyDelete