Isu-Isu Dalam Model Belajar
Mengajar Kuantum
1. Pengertian Quantum Teaching dan Learning dan
Karakteristiknya
Kata
Quantum sendiri berarti interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya. Jadi
Quantum Teaching menciptakan lingkungan belajar yang efektif, dengan cara
menggunakan unsur yang ada pada siswa dan lingkungan belajarnya melalui
interaksi yang terjadi di dalam kelas. Selain itu, Quantum
Teaching juga dapat diartikan sebagai pendekatan pengajaran untuk membimbing
peserta didik agar mau belajar. Menjadikan sebagai kegiatan yang dibutuhkan
peserta didik. Di samping itu untuk memotivasi, menginspirasi dan membimbing
guru agar lebih efektif dan sukses dalam mengasup pembelajaran sehingga lebih
menarik dan menyenangkan. Dengan demikian, diharapkan akan terjadi lompatan
kemampuan peserta didik setelah mengikuti kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Melalui
Quantum Teaching ini, seorang guru yang akan mempengaruhi kehidupan murid. Guru
memahami sekali, bahwa setiap murid memiliki karakter masing-masing. Bagaimana
setiap karakter dapat memiliki peran dan membawa sukses dalam belajar,
merupakan inti ajaran Quantum Teaching.
Sedangkan Quantum Learning
merupakan bagian dari cara belajar, namun mencakup aspek-aspek penting dari
Neuro Linguistic Programming (NLP). Neuro adalah saraf otak, linguistic adalah
cara berbahasa, baik verbal maupun non verbal yang dapat mempengaruhi sistem
pikiran, perasaan, dan perilaku. Program NLP sangatlah unik, yaitu melakukan
mental building untuk membuang kebiasaan dan keyakinan lama yang menghasilkan
kegagalan, pesimisme, kurang percaya diri, menggantikannya dengan program baru
yang dapat mengoptimalkan semua fungsi otak, mengidentifikasikan hal-hal yang
memicu pola berpikir positif. Quantum learning merupakan
interaksi yang terjadi dalam proses belajar yang mampu mengubah berbagai
potensi yang ada dalam diri manusia menjadi pancaran atau ledakan-ledakan
gairah (dalam memperoleh hal-hal baru) yang dapat ditularkan (ditunjukkan)
kepada orang lain. mengajar, membaca dan menulis merupakan salah satu bentuk
interaksi dalam proses belajar.
2. Karakteristik Quantum Teaching & Leraning
a.
Berpangkal pada psikologi kognitif.
b.
Bersifat humanistik, manusia selaku
pembelajar menjadi pusat perhatian. Potensi diri, kemampuan pikiran, daya
motivasi dan sebagainya dari pembelajar dapat berkembang secara optimal dengan
meniadakan hukuman dan hadiah karena semua usaha yang dilakukan pembelajar
dihargai. Kesalahan sebagai manusiawi.
c.
Bersifat konstruktivistis, artinya memadukan,
menyinergikan, dan mengolaborasikan faktor potensi diri manusia selaku
pembelajar dengan lingkungan (fisik dan mental) sebagai konteks pembelajaran.
Oleh karena itu, baik lingkungan maupun kemampuan pikiran atau potensi diri
manusia harus diperlakukan sama dan memperoleh stimulant yang seimbang agar
pembelajaran berhasil baik.
d.
Memusatkan perhatian pada interaksi yang
bermutu dan bermakna. Dalam proses pembelajaran dipandang sebagai penciptaan
intekasi-interaksi bermutu dan bermakna yang dapat mengubah energi kemampuan
pikiran yang dapat mengubah energi kemampuan pikiran dan bakat alamiah
pembelajar menjadi cahaya yang bermanfaat bagi keberhasilan pembelajar.
e.
Menekankan pada pemercepatan pembelajaran
dengan taraf keberhasilan tinggi. Dalam prosesnya menyingkirkan hambatan dan
halangan sehingga menimbulkan hal-hal yang seperti: suasana yang menyengkan,
lingkungan yang nyaman, penataan tempat duduk yang rileks, dan lain-lain.
f.
Menekankan kealamiahan dan kewajaran proses
pembelajaran. Dengan kealamiahan dan kewajaran menimbulkan suasana nyaman,
segar sehat, rileks, santai, dan menyenangkan serta tidak membosankan.
g.
Menekankan kebermaknaan dan dan kebermutuan
proses pembelajaran. Dengan kebermaknaan dan kebermutuan akan menghadirkan
pengalaman yang dapat dimengerti dan berarti bagi pembelajar, terutama
pengalaman perlu diakomodasi secara memadai
h.
Memiliki model yang memadukan konteks dan isi
pembelajaran. Konteks pembelajaran meliputi suasana yang memberdayakan,
landasan yang kukuh, lingkungan yang mendukung, dan rancangan yang dinamis.
Sedangkan isi pembelajaran meliputi: penyajian yang prima, pemfasilitasan yang
fleksibel, keterampilan belajar untuk belajar dan keterampilan hidup.
i.
Menyeimbangkan keterampilan akademis,
keterampilan hidup dan prestasi material.
j.
Menanamkan nilai dan keyakinan yang positif
dalam diri pembelajar. Ini mengandung arti bahwa suatu kesalahan tidak
dianggapnya suatu kegagalan atau akhir dari segalanya. Dalam proses
pembelajarannya dikembangkan nilai dan keyakinan bahwa hukuman dan hadiah tidak
diperlukan karena setiap usaha harus diakui dan dihargai.
k.
Mengutamakan keberagaman dan kebebasan
sebagai kunci interaksi. Dalam prosesnya adanya pengakuan keragaman gaya
belajar siswa dan pembelajar.
l.
Mengintegrasikan totalitas tubuh dan pikiran
dalam proses pembelajaran, sehinga pembelajaran bisa berlangsung nyaman dan hasilnya
lebih optimal.
3. Prinsip-Prinsip dalam Quantum Teaching
Quantum Teaching juga
memiliki lima atau kebenaran tetap. Serupa dengan asas utama, sebagaimana
disebutkan di atas, prinsip-prinsip ini mempengaruhi seluruh aspek Quantum
Teaching. Prinsip tersebut ada lima, yaitu: 1) segalanya berbicara; 2)
segalanya bertujuan; 3) pengalaman sebelum pemberian nama; 4) akui setiap
usaha; 5) jika layak dipelajari, maka layak pula dirayakan.
4. Proses Pelaksanaan Model & Strategi
Pembelajaran Quantum Teaching & Learning
1. Teknik-Teknik
Quantum Teaching & Learning
Quantum Teaching menawarkan
model-model pembelajaran yang berprinsip memberdayakan potensi siswa dan
kondisi di sekitarnya. Model-model tersebut adalah model AMBAK dan TANDUR.
a. Teknik AMBAK
AMBAK adalah suatu teknik
penting dalam Quantum Teaching. AMBAK merupakan singkatan dari APA MANFAAT
BAGIKU. Teknik ini menekankan bagaimana sedapat mungkin bisa menghadirkan
perasaan dalam diri siswa bahwa apa yang mereka pelajari akan memberikan
manfaat yang besar. Secara terperinci teknik AMBAK bisa dijelaskan sebagai
berikut:
b. Teknik TANDUR
Teknik pembelajaran Quantum
Teaching yang lain yang dapat digunakan adalah teknik TANDUR.
c. Teknik ARIAS
Pembelajaran dengan teknik
ARIAS terdiri dari lima komponen (Assurance, Relevance, Interest, Assessment,
dan Satisfaction) yang disusun berdasarkan teori belajar. Kelima komponen
tersebut merupakan satu-kesatuan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran.
d. Teknik PAKEM
PAKEM adalah singkatan
darii Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan. Aktif dimaksudkan
bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa
sehingga siswa aktif bertanya, mempertnyakan, dan mengemukakan gagasan. Jika
pembelajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif,
maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar.
5. Model Quantum Teaching & Learning
Model pembelajaran Quantum
teaching dan learning dibagi atas dua kategori, yaitu konteks dan isi. Konteks
meliputi (1) lingkungan, (2) suasana, (3) landasan, (4) rancangan. Sedangkan
isi mencakup masalah penyajian dan fasilitasai (mempermudah proses belajar).
Dalam konteks, guru
dituntut harus mampu mengubah: (1) suasana yang memberdayakan untuk kegiatan
PBM, (2) landasan yang kukuh untuk kegiatan PBM, (3) lingkungan yang mendukung
PBM dan (4) rancangan pembelajaran yang dinamis. Sedangkan dalam isi guru
dituntut untuk mampu menerapkan keterampilan penyampaian isi pembelajaran dan
srtategi yang dibutuhkan siswa untuk bertanggungjawab atas apa yang
dipelajarinya.
PERMASALAHAN
Salah satu teknik-teknik quantum teaching &
learning adalah teknik PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan
Menyenangkan). Menurut teman-teman, apakah teknik ini sudah banyak digunakan
guru dalam pembelajaran kimia? Berikan contohnya.
menurut saya sebagian besar sudah karena teknik PAKEM ini merupakan teknik yang dituntut harus dilakukan oleh guru pada pada pembelajaran saat ini dikarenakan pelaksaanan k-13. contoh yang dapat saya berikan yaitu pada setiap proses pembelajaran pada k-13 haruslah menerapkan student center dimana siswa lah yang menjadi pusat dalam proses pembelajran berlangsung hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran dapat berlangsung Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan dimana siswa tidak hanya mengharapkan pembelajaran hanya dari guru saja melaikan ikut berperan akif dalam proses pembelajarannya.
ReplyDelete