Thursday, April 6, 2017

Bentuk Kearifan Lokal Etnokimia di
Bumi Pusako Betuah
Negeri jambi        

Etnokimia (ethnochemistry) adalah studi kimia dari sudut pandang budaya : Bagaimana kimia itu telah membentuk sebuah kebudayaan dan bagaimana kebudayaan turut berkonstribusi pada ilmu pengetahuan dan perubahannya. Informasi mengenai etnokimia ini dapat diperoleh salah satunya dari eksplorasi penggunaan tanaman (flora), baik sebagai pangan ataupun obat-obatan. Studi etnokimia menggabungkan pemahaman turun-temurun di masyarakat (opini) dengan ilmu sains (fakta ilmiah) mengenai efektivitas tanaman-tanaman tersebut yang dianggap berperan sebagai obat maupun bahan aditif pangan berdasarkan senyawa kimia yang terkandung dalam tanaman serta peran dari senyawa kimia tersebut. Melalui studi lebih lanjut etnokimia ini maka akan dapat memperluas pemahaman sains yang berkaitan dengan kebudayaan.
Salah satu contohnya yaitu tempurung  kelapa  yang dapat digunakan sebagai obat tradisional alternatif karena alat dan bahan yang diperlukan cukup sederhana dan mudah didapat, seperti: tempurung kelapa, korek api, kapas, nampan aluminium, kaleng, tungku dan kayu bakar.
Image result for tempurung kelapa
Masyarakat Tungkal Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi telah menggunakan tempurung kelapa sebagai obat tradisional sakit kiki sejak dahulu sekali tidak bisa dipastikan tahun berapa masyarakat sekitar menggunakan obat tradisioanal ini dan penggunaan obatnyapun telah turun-temurun dari generasi ke generasi hingga masih dapat digunakan hingga saat ini. Proses pembuatan tempurung kelapa ini sangat sederhana kita cukup menyiapkan kapas, tempurung kelapa, korek api, nampan aluminium, dan kaleng. Pertama kita bakar dahulu tempurung kelapanya hingga sebagiannya terbakar kemudian di angkat dan diletakan di atas nampan aluminium dan kita tutup tunggu beberapa menit hingga api dalam kaleng tersebut mati, setelah itu kaleng tadi kita buka dan akan terlihat cairan yang keluar dari tempurung kelapa ini. Cairan inilah yang kita ambil dengan menggunakan kapas dan kita tempelkan pada gigi kita yang sakit.

Secara kimiawi, tempurung kelapa mengandung karbon sebanyak75-95%. Tempurung kelapa juga mengandung bahan – bahan lainnya yaitu : H2O sebanyak 8,7 %; nitrogen sebanyak 2,9% ; oksigen sebanyak 7,0% ;dan pH sebanyak 6,4%.

No comments:

Post a Comment