Bentuk Kearifan
Lokal Etnokimia di
Bumi Pusako Betuah
Negeri jambi
Bumi Pusako Betuah
Negeri jambi
Etnokimia (ethnochemistry) adalah
studi kimia dari sudut pandang budaya : Bagaimana kimia itu telah membentuk
sebuah kebudayaan dan bagaimana kebudayaan turut berkonstribusi pada ilmu
pengetahuan dan perubahannya. Informasi mengenai etnokimia ini dapat
diperoleh salah satunya dari eksplorasi penggunaan tanaman (flora), baik
sebagai pangan ataupun obat-obatan. Studi etnokimia menggabungkan pemahaman
turun-temurun di masyarakat (opini) dengan ilmu sains (fakta ilmiah) mengenai
efektivitas tanaman-tanaman tersebut yang dianggap berperan sebagai obat maupun
bahan aditif pangan berdasarkan senyawa kimia yang terkandung dalam tanaman
serta peran dari senyawa kimia tersebut. Melalui studi lebih lanjut etnokimia
ini maka akan dapat memperluas pemahaman sains yang berkaitan dengan
kebudayaan.
Salah satu contohnya yaitu tempurung kelapa
yang dapat digunakan sebagai obat
tradisional alternatif karena alat dan bahan yang diperlukan
cukup sederhana dan mudah didapat, seperti: tempurung kelapa, korek api, kapas,
nampan aluminium, kaleng, tungku dan kayu bakar.
Masyarakat Tungkal Ilir Kabupaten Tanjung Jabung
Barat, Provinsi Jambi telah menggunakan tempurung kelapa sebagai obat
tradisional sakit kiki sejak dahulu sekali tidak bisa dipastikan tahun berapa
masyarakat sekitar menggunakan obat tradisioanal ini dan penggunaan obatnyapun
telah turun-temurun dari generasi ke generasi hingga masih dapat digunakan
hingga saat ini.
Proses pembuatan tempurung kelapa ini sangat
sederhana kita cukup menyiapkan kapas, tempurung kelapa, korek api, nampan
aluminium, dan kaleng. Pertama kita bakar dahulu tempurung kelapanya hingga
sebagiannya terbakar kemudian di angkat dan diletakan di atas nampan aluminium
dan kita tutup tunggu beberapa menit hingga api dalam kaleng tersebut mati,
setelah itu kaleng tadi kita buka dan akan terlihat cairan yang keluar dari
tempurung kelapa ini. Cairan inilah yang kita ambil dengan menggunakan kapas
dan kita tempelkan pada gigi kita yang sakit.
Secara kimiawi, tempurung kelapa mengandung karbon
sebanyak75-95%. Tempurung kelapa juga mengandung bahan – bahan lainnya yaitu :
H2O sebanyak 8,7 %; nitrogen sebanyak 2,9% ; oksigen sebanyak 7,0% ;dan pH
sebanyak 6,4%.
No comments:
Post a Comment