Thursday, February 9, 2017


Berpikir Inovatif & Kreatif
sebagai
Mahasiswa Pendidikan Kimia



Image result for pembelajaran aktif



A. Inovatif
Pemikiran yang inovatif akan timbul apabila kita mengetahui inovasi sesungguhnya. Inovasi adalah proses pembaharuan/ pemanfaatan/ pengembangan dengan menciptakan hal baru yang berbeda dengan sebelumnya. Inovasi juga dapat diartikan penemuan baru dalam teknologi atau kemampuan dalam memperkenalkan temuan baru yang berbeda dari yang telah ada sebelumnya. Dalam pengertian inovasi, terdapat beberapa ahli yang mendefinisikan pengertian inovasi antara lain sebagai berikut :
·         Everet M. Rogers : Menurut Everet M. Rogers, pengertian inovasi adalah gagasan, ide, rencana, praktek atau benda yang diterima dan disadari sebagai hal yang baru dari seseorang atau kelompok untuk di implementasikan atau diadopsi. 
·         Stephen Robbins : Menurut Stephen Robbins, pengertian inovasi adalah gagasan atau ide baru yang diterapkan untuk memperbaiki suatu produk atau jasa 
·         Inovasi yang terjadi karena sengaja (invention): Inovasi invention adalah proses munculnya suatu hal baru dari kombinasi hal-hal lama yang telah ada. 
·         Inovasi yang terjadi tanpa sengaja  (discovery): Inovasi discovery adalah penemuan hal baru, baik berupa alat ataupun gagasan. Discovery dapat menjadi invention, ketika masyarakat mengakui dan dapat memanfaatkan hasil inovasi tersebut.

Dari pengertian inovasi yang terdapat diatas, sesuatu yang dapat dikatakan inovatif ketika memenuhi beberapa syarat, antara lain sebagai berikut :
·         Baru 
·         Berbeda dari sebelumnya atau yang telah ada
·         Memberikan manfaat bagi inovator dan orang lain

Terdapat 4 ciri-ciri inovasi antara lain sebagai berikut :
·         Memiliki ciri khusus
·         Memiliki unsur pembaharuan
·         Program inovasi melalui program yang terencana 
·         Memiliki tujuan

Contoh Inovasi dalam pembelajaran kimia :
Saat dulu, banyak guru masih melakukan proses belajar mengajar dengan metode ceramah atau bahkan ada beberapa guru yang hanya memberi tugas lalu meninggalkan kelas. Namun kini, seiring dengan perkembangan zaman, dimana sudah mulai timbul berbagai inovasi baru yaitu penggunaan media pembelajaran maupun multimedia pembelajaran, seperti Power Point, Prezi, Visual Laboratorium, flash dan sebagainya, itu akan sangat membantu pendidik dalam proses belajar mengajar dikelas. Ini juga didukung dengan adanya berbagai pelatihan untuk guru yang masih tabu dalam hal ini, sehingga pembelajaran seperti demikian tidak hanya dapat dilakukan oleh guru-guru baru, namun juga dapat diterapkan oleh guru-guru yang lebih lama.
Contohnya pada materi ikatan kimia yang dapat diilustrasikan dengan media pembelajaran flash sehingga yang pemahaman awalnya abstrak menjadi lebih jelas.

B. Kreatif
Kreatif adalah kemampuan mengembangkan/menciptakan ide dan cara baru yang berbeda dari sebelumnya. Sedangkan pengertian kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan hal baru, barik berupa gagasan, karya nyata, dalam bentuk aptitude atau non aptitude, kombinasi dari hal yang telah ada atau relatif berbeda dari yang telah ada sebelumnya. Kreativitas merupakan naluri yang ada sejak lahir namun, kreativitas tidak dapat berkembang dengan sendirinya, tetapi membutuhkan rangsangan dari lingkungannya. Dari pengertian kreativitas diatas, terdapat juga beberapa pendapat para ahli yang mendefinisikan pengertian kreativitas antara lain sebagai berikut :
·         Widayatum : Menurut Widayatum, pengertian kreativitas adalah suatu kemampuan untuk memecahkan masalah, yang memberikan individu menciptakan ide-ide asli/adaptif fungsi kegunaan secara penuh untuk berkembang.  
·         Asep : Menurut Asep, pengertian kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk berpikir mencapai produk yang beragam dan baru, baik dalam bidang keilmuan, seni, sastra, dan bidang lainnya, dimana produk bisa diterima dan disukai oleh masyarakat sebagai sesuatu yang berguna
·         James R. Evans : Menurut James R. Evans, pengertian kreativitas adalah keterampilan untuk menentukan pertalian baru, melihat subjek perspektif baru, dan membentuk kombinasi-kombinasi baru dari dua konsep atau lebih konsep yang telah tercatat dalam pikiran. 
·         Santrock : Menurut Santrock, pengertian kreativitas adalah kemampuan untuk memikirkan tentang sesuatu dalam cara baru dan tidak biasanya serta untuk mendapatkan solusi-solusi yang unik. 
·         Yatin Rianto (2012: 233) : Menurut Yatin Rianto, pengertian kreativitas adalah sesuatu yang baru bagi diri sendiri dan tidak harus merupakan sesuatu yang baru bagi orang lain atau dunia pada umumnya,  
·         Semiawan (1987) : Menurut Semiawan, pengertian kreativitas adalah kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru dan menetapkannya dalam pemecahan masalah. 
·         Harris : Menurut Harris, pengertian kreativitas adalah kemampuan, sikap dan proses menghasilkan ide-ide baru dengan mengombinasikan, mengubah, atau menerapkan kembali ide-ide yang telah ada.   
·         Utami Munandar (1995: 25) : Menurut utami munandar, pengertian kreativitas adalah suatu kemampuan umum untuk menciptakan suatu yang baru, sebagai kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah, atau sebagai kemampuan untuk melihat hubungan-hubungan baru antara unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya
·         Imam Musbikin (2006: 6) : Menurut imam musbikin, pengertian kreativitas adalah kemampuan memulai ide, melihat hubungan baru, atau tak diduga sebelumnya, kemampuan memformulasikan konsep yang tak sekedar menghafal, menciptakan jawaban baru untuk soal-soal ada, dan mendapatkan pertanyaan baru yang perlu di  jawab. 
·         Woolfook (1984) : Menurut Woolfook, pengertian kreativitas adalah kemampuan individu untuk menghasilkan sesuatu (hasil) yang baru atau asli atau pemecahan masalah.  
·         Freedam (1982) : Menurut Freedam, pengertian kreativitas adalah sebagai kemampuan untuk memahami dunia, menginterpretasi pengalaman dan memecahkan masalah dengan cara yang baru dan asli. 
·         Selo Sumarjan : Menurut Selo Sumarjan, pengertian kreativitas adalah kemampuan yang efektif dalam menciptakan sesuatu yang baru, yang berbeda dalam bentuk susunan, gaya, tanpa atau dengan mengubah fungsi pokok dari sesuatu yang dibuat itu. 

Terdapat beberapa ciri-ciri kreativitas antara lain sebagai berikut :
·         Memiliki rasa ingin tahu yang luas dan mendalam
·         Memiliki daya imajinasi yang tinggi
·         Selalu memberikan gagasan atau usulan terhadap suatu masalah 
·         Melihat suatu masalah dalam berbagai sudut pandang
·         Orisinal dalam ungkapan gagasan dan dalam pemecahan masalah

Menurut Utami Munandar (2009:68-70) tes untuk mengukur kreativitas adalah sebagai berikut :
·         Tes kreativitas verbal : Konstruksi tes kreativitas verbal berdasarkan model struktur intelek dari guilford sebagai kerangka teoritis. Tes terdiri dari enam sib-tes yang semuanya mengukur operasi berfikir divergen
·         Tes kreativitas figuran (TKF) : Tes yang memungkinkan penyelesaian dalam waktu singkat dan dapat diberikan dalam kelompok. Tes ini mengukur aspek kelancaran, kelenturan, orisinalitas, dan elaborasi dari kemampuan berfikir kreatif. 
·         Skala sikap kreatif : skala sikap kreatif terdiri dari 32 butir pertanyaan yang disusun untuk siswa SD, dan SMP setiap pertanyaan dijawab "ya" atau "tidak". Tes dioperasikan dalam dimensi : keterbukaan dalam pengalaman baru, kelenturan dalam berfikir, kebebasan dalam ungkapan diri, menghargai fantasi, minat terhadap kegiatan kreatif, kepercayaan terhadap gagasan sendiri, dan kemampuan mandiri dalam memberi pertimbangan. 
·         Skala penilaian anak berbakat oleh guru :  Tes yang terdiri dari 4 sub skala yang mengukur intelektual umum, motivasi, kreativitas, dan kepemimpinan.

Contoh Kreatifitas dalam pembelajaran kimia :
Seiring dengan perkembangan zaman, model dan media pembelajaran juga berkembang. Disini tuntut kreatifitas seorang pendidik terkhusus guru kimia untuk lebih memvariasikan pembelajaran yang didukung oleh model dan media pembelajaran sekreatif mungkin sehingga dapat membangkitkan semangat peserta didik.

C. Berfikir Inovatif dan Kreatif
Dimana saat menciptakan sesuatu yang baru dengan penuh daya cipta yang diperoleh dari pemikiran dan keterampilan seseorang untuk menciptakan sesuatu yang berbeda dari yang lain sehingga mempunyai keunggulan atau keunikan.

D. Perbedaan Inovasi dan Kreatif
·         Kreativitas adalah naluri sejak lahir
·         inovasi dapat muncul ketika diasah dan dikembangkan terus menerus 
·         Kreativitas adalah proses timbulnya ide-ide baru, sedangkan inovasi adalah melakukan/mengimplementasikan ide yang terdapat dalam kreativitas. 
·         Inovasi menjadikan ide tersebut mendapat nilai komersil. 

E. Persamaan Inovasi dan Kreatif
Persamaan inovasi dan kreatif adalah mengenai menciptakan ide-ide baru, gagasan baru, metode baru, cara baru dalam memecahkan masalah dan peluang yang berbeda dari sebelumnya. Orang yang melakukan inovasi disebut dengan inovator. Inovasi harus lah bermanfaat bagi sang inovator atau orang lain. Inovasi dibedakan menjadi dua macam antara lain sebagai berikut :

E. Sumber Inovasi & Kreatifitas
·        Mimpi
Suatu inovasi dan kreatifitas biasanya datang diikuti adanya keinginan dari dalam yang menjadi cita-cita yang belum tersamaikan dan terbawa dalam pikiran pada saat kita tidur.

·        Motivasi
Motivasi merupakan dorongan kuat dari dalam diri untuk berkembang. Timbul secara alamiah tanpa dibuat-buat ataupun direkayasa. Sehingga dapat mengarahkan prilaku individu atau kelompok agar menghasilkan output yang diharapkan sesuai tujuan yang ingin dicapai oleh individu tertentu/ suatu organisasi.
Motivasi dapat timbul dengan adanya kebutuhan dasar yaitu kebutuhan dasar seseorang dan kebutuhan lainnya.

ü Kebutuhan dasar dapat seperti makan, minum, sandang, papan dan pendidikan.
ü Kebutuhan lainnya seperti meningkatkan status diri di masyarakat ingin lebih dihargai dan dihormati orang lain (masyarakat).

F. Postur Layar Berkembang
1.     Tahap Belajar : 17 – 27 tahun
·        Lingkungan yang kondusif & mendukung untuk anda untuk berkembang
·        Tahap pelatihan dan pembinaan
·        Pendidikan informal/ pelatihan

2.     Tahap Kepemimpinan : 25 – 35 tahun
·        Dapat mengembangkan kemampuan memimpin
·        Senang mengatur/ memimpin orang lain

3.     Tahap Risiko : 36 – 45 tahun
·        Periode bertindak
·        Mencapai keadaan maksimal dari kemampuan
·        Pepatah :
Lebih baik mencoba tapi gagal ketimbang tidak mencoba

4.     Tahap Kejayaan : 46 – 55 tahun
·        Hitung reward dari unjuk karya sejauh ini
·        Belum bisa memperoleh reward yang dirasa pantas, maka jangan berharap banyak lagi

5.     Tahap Keamanan : > 56 tahun
·        Mempertajam keputusan
·        Membayar hutang pada diri sendiri



PERMASALAHAN
Seiring dengan berkembangnya teknologi yangmana cukup berefek pada perkembangan dalam dunia pendidikan, sudah banyak inovasi baru seperti media pembelajaran yang dapat menunjang kemudahan dalam proses belajar-mengajar. Namun ini terhambat dengan kurangnya pengetahuan terutama pada guru yang lama. Disisi lain, pemerintah sudah banyak melakukan upaya seperti mengadakan pelatihan-pelatihaan untuk guru. Tetapi hanya sedikit yang dapat menerapkan media pembelajaran ini. Menurut teman-teman, upaya apa yang dapat kita lakukan sebagai calon pendidik baru sehingga bisa mengajak guru-guru yang kurang aktif untuk lebih lebih menggunakan teknologi dalam pendidikan? Berikan contohnya.

8 comments:

  1. Assalamualaikum Rani. saya ingin mencoba menjawab permasalahan anda. menurut saya hal yang anda jelaskan di atas benar namun tidak semua guru lama juga seperti itu. seperti yang sudah anda jelaskan bahwa pemerintah juga sudah banyak melakukan upaya mengadakan pelatihan-pelatihaan untuk guru. menurut saya jika guru lama telah mengikuti pelatihan pelatihan itu tetapi tetap tidak menggunakan media teknologi dalam proses pembelajarannya, itu terdapat beberapa kemungkinan. kemungkinan2 itu seperti guru tersebut yang masih kurang memahami atau kemungkinan lain si guru tersebut malas. untuk kemungkinan pertama jika guru tersebut belum memahami penggunaan teknologi untuk proses pembelajaran berarti si guru itu masih harus mengikuti pelatihan pelatihan lagi yang telah dibuat oleh pemerintah agar bisa mahir, namun jika si guru tadi tidak menggunakan media teknologi saat proses pembelajaran dikarenakan malas,, itu berarti guru itu perlu mengadakan evaluasi diri terhadap metode ajarnya, seperti memberikan angket kepada siswa siswa untuk mengetahui pendapat siswa mengenai metode ajar yang dia gunakan, dan juga menurut saya jika guru tidak menggunakan media teknologi dalam proses pembelajaran namun hasil belajar siswa baik baik saja menurut saya itu sah sah saja. karena kita tahu bahwa objek utama dari proses pembelajaran ini bukan terletak pada media teknologi yang digunakan tapi terletak pada hasil belajar dan pemahaman siswa itu sendiri. terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baiklah jadi jika guru lama telah mengikuti pelatihan pelatihan itu tetapi tetap tidak menggunakan media teknologi dalam proses pembelajarannya, itu terdapat beberapa kemungkinan. kemungkinan2 itu seperti guru tersebut yang masih kurang memahami atau kemungkinan lain si guru tersebut malas. untuk kemungkinan pertama jika guru tersebut belum memahami penggunaan teknologi untuk proses pembelajaran berarti si guru itu masih harus mengikuti pelatihan pelatihan lagi yang telah dibuat oleh pemerintah agar bisa mahir, namun jika si guru tadi tidak menggunakan media teknologi saat proses pembelajaran dikarenakan malas,, itu berarti guru itu perlu mengadakan evaluasi diri terhadap metode ajarnya, seperti memberikan angket kepada siswa siswa untuk mengetahui pendapat siswa mengenai metode ajar yang dia gunakan. Terimakasih saya mengerti

      Delete
  2. Assalamualikum rani...
    menurut saya peran yang dapat kita lakukan sebagai calon guru yaitu dengan banyak2 mengkomunikasikan atau mendiskusikan terkait masalah yang ada pada saat proses pembelajaran, dengan itu kita akan memperoleh informasi apa kendala2 yang dihadapi dalam proses pembelajaran. setelah itu baru kita menangapi masalah tersebut dan memberikan ide atau saran kreatif kita. berawal dari situ, kita bisa memberi masukan atau mengajak untuk menerapkan media-media pembelajaran yang tidak akan membuat siswa bosan dalam belajar. jika guru tersebut sudah setuju ataupun tertarik, maka pasti akan timbul rasa penasaran dan inguin tahu. saat itulah dia akan mencari atau mempelajari berbagai media yang bisa diterapkan dalam pembelajaran. jadi intinya kita mulai dari mendekati guru tersebut, setelah guru tersebut peraya dengan kita itu akan lebih mudah bagi kita untuk mengajak guru tersebut menggunakan media2, model2 pembelajaran dan lain-lain. terimakasih.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baiklah saudari laili, jadi peran yang dapat kita lakukan sebagai calon guru yaitu dengan banyak2 mengkomunikasikan atau mendiskusikan terkait masalah yang ada pada saat proses pembelajaran, dengan itu kita akan memperoleh informasi apa kendala2 yang dihadapi dalam proses pembelajaran. setelah itu baru kita menangapi masalah tersebut dan memberikan ide atau saran kreatif kita. berawal dari situ, kita bisa memberi masukan atau mengajak untuk menerapkan media-media pembelajaran yang tidak akan membuat siswa bosan dalam belajar. jika guru tersebut sudah setuju ataupun tertarik, maka pasti akan timbul rasa penasaran dan inguin tahu. saat itulah dia akan mencari atau mempelajari berbagai media yang bisa diterapkan dalam pembelajaran. jadi intinya kita mulai dari mendekati guru tersebut, setelah guru tersebut peraya dengan kita itu akan lebih mudah bagi kita untuk mengajak guru tersebut menggunakan media2, model2 pembelajaran dan lain-lain. Terimakasih saya mengerti

      Delete
  3. assalamualaikum rani..
    baiklah disini saya akan mencoba membantu menjawab permasalahan saudari. menurut saya, upaya yang harus kita lakukan sebagai calon guru generasi baru, pertama kita harus mengkomunikasikan terlebih dahulu permasalahan guru tersebut dan setelah itu barulah kita memperkenalkan teknologi berupa media pembelajaran. baik media berupa powerpoint ataupun yang lainnya yang akan digunakan dalam pembelajaran. misal dari cara penggunaan medianya, serta kelebihannya. karena dengan menggunakan media, pembelajaran akan menjadi lebih aktif dan menyenangkan membuat siswa tidak bosan dalam belajar. terimakasih....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baiklah saudari titi, jadi upaya yang harus kita lakukan sebagai calon guru generasi baru, pertama kita harus mengkomunikasikan terlebih dahulu permasalahan guru tersebut dan setelah itu barulah kita memperkenalkan teknologi berupa media pembelajaran. baik media berupa powerpoint ataupun yang lainnya yang akan digunakan dalam pembelajaran. misal dari cara penggunaan medianya, serta kelebihannya. karena dengan menggunakan media, pembelajaran akan menjadi lebih aktif dan menyenangkan membuat siswa tidak bosan dalam belajar. Terimakasih saya mengerti

      Delete
  4. cara yang dapat dilakuakn pertama memberikan pemahaman pada guru yang kurang kreatif tersebut tentang manfaat dalam menggunakan media pada proses pembelajaran seperti dapat memudahkan dalam menyampaikan materi pembelajaran ataupun dapat menarik perhatian siswa sehingga siswa tidak bosan, kemudian barulah dibantu untuk berlatih dalam membuat dan menggunakan media pembelajaran yang ada, misalnya dari yang paling umum power point dll

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baikalah saudari fira, jadi cara yang dapat dilakuakn pertama memberikan pemahaman pada guru yang kurang kreatif tersebut tentang manfaat dalam menggunakan media pada proses pembelajaran seperti dapat memudahkan dalam menyampaikan materi pembelajaran ataupun dapat menarik perhatian siswa sehingga siswa tidak bosan, kemudian barulah dibantu untuk berlatih dalam membuat dan menggunakan media pembelajaran yang ada, misalnya dari yang paling umum power point dll. Saya mengerti terimakasih

      Delete